
Semarang, CyberNews. Meskipun terdapat 5 jenis soal untuk ujian nasional (UN) bagi tingkat SMP dan SMA, namun Anggota Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Prof Mungin Eddy Wibowo menyakinkan bahwa bobot soal yang menjadi materi UN 2011 mendatang sama dan sesuai dengan kompetensi siswa. Sebab, variasi lima jenis soal yang dibuat tersebut bertujuan untuk mengurangi kecurangan dalam pelaksanaan UN, serta untuk meningkatkan angka kelulusan. "Pada UN nanti akan ada lima jenis soal yang dibagikan dan satu soal cadangan. Namun bobotnya sama, bahkan itu sudah ditanyakan oleh DPR dalam diskusi UN," ungkapnya, Rabu (30/3).
Bobot yang sama ini juga termasuk, memiliki tingkat kesulitan yang sama dan standar kelulusan yang sama juga, cuma penempatan soal yang berbeda. Langkah ini sebagai upaya untuk mengurangi terjadinya kecurangan. "Begitupun dengan penempatan soal cadangan, karena jika soal ini digunakan, siswa yang bersangkutan juga akan mengerjakan dari jenis dan kode yang berbeda," kata Guru Besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu.
Kebijakan ini mengacu pada pengalaman UN tahun sebelumnya, dimana hanya ada dua paket dan kecurangan masih terjadi. Apalagi soal cadangan sama yang diujikan di dalam kelas, sehingga jika masih ada celah untuk guru mengerjakan soal tersebut dan ditukar dengan milik siswa. Selain itu, dengan soal dua paket masih ada kemungkinan siswa untuk melihat jawaban soal dari sisi depan, kanan, kiri dan belakang.
Mungin menjelaskan, pengawas dalam bertugas akan membagi soal dengan mengacak dan tidak boleh mengurutkan, serta memperhatikan kode soal. Bahkan mengumpulkannya pun juga sesuai urutan jenis soal.
( Anggun Puspita / CN14 / JBSM )