
Brbees, CyberNews. Ratusan warga dari empat desa di Kecamatan Tanjung dan Kersana, Kabupaten Brebes berunjukrasa memblokade jalan Tol Kanci-Pejagan, Rabu (30/3). Aksi demo itu mereka lakukan karena kecewa akses jalur pertanian warga tertutup saat proyek tol dikerjakan, dan hingga kini belum dibuka kembali. Padahal, jalan bebas hambatan itu sudah dua tahun beroperasi.
Ratusan warga yang berunjukrasa itu berasal dari Desa Kramat Sampang, Desa Limbangan (Kecamatan Kersana), Desa Sengon dan Desa Kemukten (Kecamatan Tanjung). Mereka beramai-ramai turun ke jalan tol di ruas Desa Kramat Sampang. Sambil membawa spanduk besar dan puluhan poster bertulisan tuntutan, warga memblokade jalan bebas hambatan dengan berdiri di tengah ruas jalan tersebut. Akibatnya, arus lalu lintas yang melalui jalan tol terhambat.
Dia mengatakan, sebelum tol dibangun, jalan itu ada dan menjadi akses utama pertanian warga. Namun, begitu proyek tol dilaksanakan jalan ditutup karena terlewati jalan tol. Selain itu, warga juga menuntut jembatan yang rusak segera diperbaiki.
Terpisah, Asisten I Sekda Pemkab Brebes, Drs HM Supriyono mengatakan, jalan pertanian itu memang menjadi kebutuhan warga Desa Kramat Sampang dan sekitarnya. Apalagi, warga sekitar rata-rata bermata pencaharian petani, sehingga jalan tersebut menjadi akses ekonomi warga.
Pemkab mendesak agar pengelola tol segera memenuhi tuntutan warga tersebut. Sebab, akses jalan itu menjadi kewenangan pihak penggelola tol. “Dari hasil koordinasi kami, pihak pengelola tol akan segera menyelesaikannya. Bahkan, mereka menargetkan April tuntutan warga terpenuhi,” terangnya.
( Bayu Setiawan / CN14 / JBSM )