panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
24 Maret 2011 | 22:45 wib
Pasar Produk Holtikultura Terbuka di Singapura

Semarang, CyberNews. Peluang ekspor produk holtikultura Jateng masih terbuka lebar di Singapura. Hal itu terlihat dari buah dan sayuran yang sudah dijajakan di pasar-pasar tradisional dan mal disana. "Peluang ini membuktikan bahwa kita memiliki potensi yang berkualitas baik. Saya berharap agar potensi ini bisa dipahami dan dikelola baik," ujar Gubernur Bibit Waluyo usai menerima kunjungan balasan Agri Food Veterinary Authority (AVA), otoritas bidang pangan dan holtikultura Singapura, di rumah dinas gubernur Puri Gedeh.

Rombongan tersebut dipimpin CEO AVA Tan Poh Hong, dan didampingi sekitar 25 orang importir holtikultura Singapura. Gubernur mengingatkan pada kelompok tani terbukanya peluang ekspor itu agar segera ditindaklanjuti. Dengan menjaga kuantitas pasokan, kualitas dan kontinyuitas produk. Bicara masalah harga, Gubernur menyebutkan sangat bagus. Petai misalnya, berat 200 gram harganya mencapai Rp 70 ribu.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah, Aris Budiono menambahkan, beberapa komoditi yang sudah masuk ke pasar Singapura sudah sesuai standar ekspor. Diantaranya yang sudah dilihat dari kunjungan Gubernur bulan lalu adalah salak, melon, lobak, buncis dan petai. Mengenai harga yang ditawarkan, itu tergantung kualitas. Adapun kerjasama yang ditawarkan mereka nantinya model kemitraan. "Eksportir yang memasukkan produk ke Singapura akan mendampingi petani kita dan petugas Dinas Pertanian. Pertama mereka diberi percontohan dulu, bagaimana cara menanam yang baik," paparnya.

Dalam kesempatan itu, CEO AVA Tan Poh Hong menyatakan tertarik bekerjasama setelah mengunjungi beberapa tempat sentra holtikultura. Diantaranya Getasan, Banjarnegara, Wonosobo dan Sumowono. Tan menilai, sistem pertanian yang dikembangkan di daerah tersebut sudah tepat. Yang perlu diperhatikan lagi, imbuh Tan, adalah kelangsungan kuantitas dan kuantitas produk.

( Hartatik / CN14 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 20:09 wib
Dibaca: 68
26 Mei 2012 | 20:00 wib
Dibaca: 180
image
26 Mei 2012 | 19:50 wib
Dibaca: 300
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER