
Kudus, CyberNews. Untuk mendukung program swasembada gula 2013, Pemerintah kabupaten Kudus menargetkan penanaman tebu untuk kemitraan dengan pabrik gula, masa tanam 2010 hingga 2011 ini mencapai 3.458 hektar. Target tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 2.499,8 hektar.
"Kenaikan tersebut juga menyesuikan kemampuan pabrik untuk menyerap tebu rakyat," kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan kabupaten Kudus, Budi Santoso melalui Kabid kehutanan Suharsanto, Kamis (24/3).
Target tersebut sesuai dengan kemampuan penyerapan dua perusahaan tebu dari PG Rendeng Kudus 2.880 hektar dan PG Trangkil 578 hektar. Tiap hektar lahan ditarget memiliki produktifitas 75 ton. Sehingga sasaran produksi pada musim tanama ini mencapai 258.350 ton. Sedangkan untuk rendemennya diharapkan mampu mencapai 7,5%.
Untuk memaksimalkan hasil dan tingkat rendemennya, saat ini bibit tebu yang banyak ditanam oleh petani adalah jenis BL-597 dan PSJT. Kedua jenis tebu ini merupakan tebu unggul dengan tingkat rendemen rata-rata 7,5%.
"Agar rendemennya tinggi, perlakuan petani juga sangat menentukan. seperti waktu panen jangan sampai pada musim hujan, karena pada saat itu, rendemen pasti turun," bebernya.
Mandiri
Selain penanaman tebu program kemitraan dengan pabrik gula, penanaman tebu oleh masyarakat juga dilakukan secara mandiri. Penanaman tebu secara mandiri jumlahnya jauh lebih banyak dibandingan program kemitraan.
Penanaman program mandiri ini, lanjutnya, tahun ini sekitar 6.900 hektar. Sedangkan pada tahun sebelumnya, penanaman tebu mandiri seluas 5.900,8 hektar. Penanaman tenu ini tersebar di delapan kecamatan, yaitu Kecamatan Kota, Dawe, Jekulo, Kaliwungu, Bae, Jati, Gebog, dan Mejobo.
Tingginya penanaman dikarenakan industri gula tumbu membutuhkan bahan baku tebu meruapakan salah satu industri kecil unggulan Kabupaten Kudus. industri ini menopang industria lainnya seperti industri kecap, jenang, dan sebagai bumbu untuk kebutuhan rumah tangga.
"Kebutuhan tebu sangat tinggi, karena industri ini tercatant mencapai 309 unit," ujarnya.
( Septina Nafiyanti / CN15 / JBSM )