
Salatiga, CyberNews. Gubernur Jateng Bibit Waluyo menyatakan optimis swasembada gula di wilayahnya bisa tercapai tahun 2013 mendatang. Dengan target areal tanaman tebu seluas 67 ribu hektare, diharapkan selama dua tahun ke depan produksi gula yang dihasilkan bisa mencapai 400 ribu ton.
Tahun 2011 ini, luasan areal tanaman tebu hanya mencapai 63 ribu hektare dengan hasil gula diprediksikan mencapai kurang lebih 310 ribu ton. Diakuinya, kapasitas gula sekarang ini belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Terbukti, produk gula saat ini diperoleh dengan cara impor dari negara lain.
"Berkaitan swasembada gula, kita harus optimis. Ada beberapa pabrik gula yang sudah menyiapkan bibit unggul supaya nantinya bisa menghasilkan kenaikan rendemen tebu," katanya usai menyelenggarakan silaturahmi dengan pegawai Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Provinsi Jateng di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Senin (21/3).
Didampingi Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jateng, Ir Teguh Winarno MM, Gubernur Jateng menuturkan, upaya lain untuk memenuhi swasembada gula yaitu dengan cara membangun dua pabrik, tepatnya di Blora dan Purbalingga. Diharapkan, dua pabrik tersebut nantinya bisa berjalan dan memenuhi kebutuhan gula berkualitas.
Sebagai informasi, pabrik gula di Blora akan dibangun di Desa Mentolo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. Adapun, dana yang dialokasikan mencapai Rp 1,5 triliun. Sementara, pabrik gula di Purbalingga akan dibangun di Kalibagor dengan nilai investasi berkisar Rp 937 miliar. Kedua pabrik itu rencananya akan mulai dibangun pada bulan April 2011 mendatang.
Program swasembada gula tersebut mulai dilaksanakan sejak 2009 hingga 2013. Pabrik gula pun memiliki komitmen untuk mendukung swasembada gula. Adapun, bentuk komitmennya di antaranya memperbaiki perlengkapan atau mesin produksi yang rusak.
( Royce Wijaya / CN26 / JBSM )