panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 Maret 2011 | 21:30 wib
2012, Bandara Ngloram Beroperasi

Semarang, CyberNews. Bandar udara (bandara) Ngloram di Kabupaten Blora akan segera direvitalisasi agar bisa dimanfaatkan kembali guna mendukung eksplorasi minyak di Blok Cepu. Pembahasan pemanfaatan bandara yang berhenti beroperasi sejak tahun 1984 tersebut telah dilakukan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Kementerian Perhubungan.

Kepala Dinas ESDM Jateng, Teguh Dwi Paryono menyatakan pembahasan juga telah dikonsultasikan dengan kementrian Keuangan selaku pengelola barang-barang negara. Menurutnya, pembahasan dilakukan karena pihak PT Exxon Mobil menginginkan bandara tersebut diaktifkan kembali guna mendukung operasional perusahaan minyak tersebut.

"Perbaikan seluruh sarana dan prasarana segera dilakukan dan diharapkan kwartal I tahun 2012 sudah bisa dioperasionalkan. Nantinya Ngloram akan menjadi bandara khusus, bukan khusus," papar Teguh.

Dikatakan, perbaikan bandara diantaranya peralatan navigasi, apron, landasan pacu atau runway, dan sarana bandara lainnya akan dilakukan sepenuhnya oleh PT Exxon Mobil. Namun demikian Pemerintah Kabupaten Blora juga akan turut membantu memperbaiki sarana akses jalan menuju ke bandara.

Saat ini landasan pacu bandara hanya sepanjang 900 meter sehingga hanya bisa didarati pesawat jenis Cassa 212. Ke depan, landasan pacu akan diperpanjang sehingga mampu untuk pendaratan pesawat jenis CN 235 dengan kapasitas 18 kursi. Untuk perpanjangan landasan pacu, lanjutnya, tidak ada persoalan karena lahan tersebut merupakan milik Pusdiklat Migas Kementrian ESDM.

"Hasil koordinasi dengan Pak Menteri ESDM pemanfaatan bandara tersebut justru dianjurkan agar tidak mangkrak. Saat ini antarkementerian sedang berkirim surat untuk pemanfaatan kembali bandara itu. Untuk perluasan landasan pacu tidak masalah karena lahan masih milik ESDM," terangnya.

Dijelaskan, Bandara Ngloram tersebut dibangun pada 1978 dan dioperasikan oleh Departemen ESDM guna mendukung aktivitas pertambangan yang saat itu dikelola Pertamina. Tidak adanya bandara di Blora memang menjadi kendala bagi pengelola Blok Cepu, pasalnya untuk menuju kesana melalui bandara hanya bisa ditempuh dari Semarang maupun Jawa Timur.

Padahal dari kedua tempat itu, perjalanan darat masih harus dilakukan cukup jauh. Bandara tersebut berhenti beroperasi secara resmi pada 1984. Landasan pacu saat ini sepanjang 900 meter dengan lebar 20 meter. Berdasar perencanaan, panjang landasan pacu akan ditambah menjadi 1.400 meter agar bisa didarati pesawat berbadan cukup besar.

Berdasar kajian Dinhubkominfo Jateng dan Bappeda Blora, aktivitas penambangan minyak di Blok Cepu menjadikan kawasan itu salah satu tempat kunjungan dan domisili ekspatriat. Hingga saat ini diperkirakan sedikitnya 2.000 orang asing tinggal di sekitar Cepu.

( Saptono Joko Sulistyo / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 24933
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 26574
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 26260
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 29655
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 25525
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER