panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
18 Maret 2011 | 23:47 wib
Solo Miliki Sekolah Berbasis Alam

Solo, CyberNews. Terobosan baru muncul di dunia pendidikan Kota Surakarta. Sekolah dasar berbasis alam dimunculkan guna memberikan alternatif tempat pendidikan yang lebih berkualitas. Melihat kualitasnya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) pun memberikan SK ijin operasional SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari Surakarta, Jumat (18/3).

"Tak hanya keunggulan komparatif, sekolah alam ini memiliki keunggulan kompetitif jika dibandingkan dengan sekolah lainnya. Mereka memiliki konsep green school," kata Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar SD dan AUD Dikpora, Hasto Daryanto pada sambutan penyerahan SK.

Ia menjelaskan konsep yang ditawarkan sekolah alam memang berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya. Sekolah ini memberikan penghargaan penuh pada anak untuk berkreasi. Selain itu sekolah juga memberikan pelajaran secara holistik integratif yang tak hanya berkutat pada pendidikan teori.

Oleh karena itu pembelajaran yang diberikan akan semakin menyenangkan tanpa meninggalkan kualitas yang menjadi sasarannya. "Sekolah yang baik adalah sekolah yang mengajak siswanya berfikir tinggi dan memberikan kebebasan untuk berkreasi. Pembelajaran bisa menggunakan konsep PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan)," jelasnya.

Sementara itu Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah Pengurus Daerah Muhammadiyah (Dikdasmen PDM) Surakarta, Trijono mengatakan sekolah alam ini merupakan satu-satunya di kota Solo dari sebanyak 271 SD yang ada. "Sekolah ini memiliki ciri khusus yang pembelajarannya berbasis alam," ungkapnya.

Terpisah Kepala TK dan SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari, Muslimah Zaenal Arifin Adnan, mengatakan siswa lebih didekatkan dengan alam. Pasalnya alam memiliki potensi yang sangat besar.

Salah satunya adalah semua work sheet yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar menggunakan kertas bekas untuk menambah kreativitas "Siswa sepekan sekali diminta untuk mengumpulkan kertas bekas, yang nantinya diolah dan bisa digunakan," katanya.

Saat ini SD yang telah beroperasi semenjak dua tahun lalu tersebut memiliki 18 siswa kelas satu dan dua, ditambah 22 siswa pada Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2011 ini. Maksimal siswa per kelasnya 20 anak dan diajar oleh dua guru per mata pelajarannya.

Selain itu berdasarkan pengamatan, kondisi sekolah memang berbeda dengan sekolah formal lainnya. Sekolah alam ini sebenarnya bangunan-bangunan biasa yang ditata sedemikian rupa dan dikelilingi banyak tumbuhan menyerupai kebun. Beberapa ruangannya pun menggunakan badan bus bekas yang di permak hingga nampak menarik.

( Hanung Soekendro / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 12149
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 12861
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 12652
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 14957
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 12234
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER