
Purwokerto, CyberNews. Dua orang pekerja bangunan tewas kesetrum saat sedang bekerja memindahkan batu bata di bangunan lantai dua yang ada di Jl HM Bachroen, Purwokerto Wetan, Purwokerto Timur, Kamis (17/3) pagi sekitar pukul 08.05.
Kedua korban adalah Tasiran alias Ilud (25) warga Desa Karangnanas, Kecamatan Sokraja, dan Suwarno (30) asal Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Banyumas. Keduanya merupakan buruh yang ikut kerja pada proyek bangunan gudang untuk pakan ternak milik Hendi yang beralamat di Jl Martadireja, Purwokerto.
Menurut Supriyatno (40), salah seorang pengawas bangunan, sekitar pukul 08.00, Ilud kerja melangsir (memindah) batu bata. Dia berada di lantai dua bangunan gudang yang ada di bagian depan. Tugasnya adalah menerima batu bata yang dilempar dari bawah. Setelah terkumpul, oleh Ilud dipindahkan ke tempat tukang batu yang sedang memasang batu bata di tangga menuju lantai dua.
"Saat membawa batu bata menuju ke tukang batu, ia melewati kabel listrik PLN yang ada di atas bagunan lantai dua. Karena posisi kawat rendah, kepalanya menyentuh kawat listrik. Secara reflek, tangan kanannya justru memegang kawat listrik," kata saksi Supriyatno.
Melihat kejadian itu, Suwarno yang berada paling dekat, bermaksud memberikan pertolongan dengan memegang tanan kiri Ilud. Namun yang terjadi, Suwarno pun ikut kesetrum juga. Dalam waktu lima menit, kedua pekerja bangunan itu langsung jatuh terkulai ke dasar bangunan lantai dua berupa lembaran seng dan besi yang akan dicor.
Melihat kejadian itu, belasan pekerja bangunan yang saat itu sedang ada di lantai dua dan bagian bawah ketakutan dan berhamburan keluar sambil teriak ada orang kesetrum. Mereka tak berani dekat-dekat karena takut. Begitu mandor datang, kedua korban pun langsung diturunkan dan dibawa ke RS Sinar Kasih Purwokerto.
Sudah Diperingatkan
Supriyanto selaku mandor sudah berulang kali mengingatkan para pekerjanya untuk hati-hati saat mengerjakan bangunan lantai dua yang ada di bagian depan karena ada kawat listrik PLN yang bertegangan tinggi.
"Setiap mereka kerja di bagian lantai dua bagian depan, selalu diingatkan untuk hati-hati karena ada kawat listrik. Peringatan disampaikan agar tidak menyentuh kawat tersebut," kata dia.
Tapi dari hasil pemeriksaan dokter, Ilud yang baru kerja tiga hari di banghunan gudang penyimpanan pakan ayam dan Suwarno yang sudah kerja di proyek itu empat bulan, ternyata sudah tidak bernyawa.
Peristiwa dua pekerja kesetrum tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Purwokerto Timur. Wakapolsek AKP IGN Partama dan Kanit Reskrim AKP Sambas BW bersama anggotanya langsung mendatangi tempat kejadian dan mengecek kondisi korban yang sudah dibawa ke RS Sinar Kasih.
Wakapolsek yang ada di lokasi kejadian bersama petugas identifikasi Polres Banyumas mengecek ketinggian kawat listrik yang tepat ada di bagian atas bangunan lantai dua yang sedang dikerjakan. Kawat listrik yang membentang arah selatan-utara itu ketinggian dari lantai dasar bangunan lantai dua bagian depan hanya sekitar 140 cm.
Sementara pekerja yang sedang menggarap lantau dua, seperti korban Ilud, tinggi badannya sekitar 160 cm. Saat membawa batu bata dia harus membungkuk ketika melewati kawat listrik.
"Jarak lantai dasar bangunan yang sedang digarap dengan kawat listrik yang lebih rendah dari tinggi orang saat berdiri sangat membahayakan para pekerja. Warga yang ada di samping bangunan gudang sudah pernah ada yang mengingatkan jaraknya terlalu dekat dengan kawat. Tetapi peringatan itu tak diperhatikan," kata dia.
( Sigit Oediarto / CN26 / JBSM )