
Foto: AP
Lima, CyberNews. Pelabuhan dan pantai di pesisir Peru untuk sementara waktu ditutup dan penduduk yang tinggal di pulau-pulau perairan Pasifik dan penduduk di sepanjang pesisir pantai diperintahkan untuk mengungsi ke daerah yang lebih tinggi menyusul gelombang tsunami yang dipicu oleh gempa 8,9 skala richter yang terjadi di Jepang.
Pada saat terjadi gelombang tsunami di Samudera Pasifik yang melebar sampai ke belahan bumi selatan, ketinggian air hanya sedikit lebih tinggi dari biasanya menuju ke daratan Meksiko, Honduras dan Kolombia, Ekuador Kepulauan Galapagos, Pulau Paskah Chili dan Peru dan daratan Chili.
Gelombang setinggi hampir dua meter dilaporkan menuju pesisir pantai Amerika Selatan, sehingga otoritas setempat segera mengevakuasi ratusan ribu penghuni pesisir sekaligus menutup pelabuhan-pelabuhan dan sekolah-sekolah.
Perintah evakuasi berlaku di Ekuador dan Chili. Tercatat, ratusan ribu orang mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. Setelah bencana tsunami pernah melanda Chili akibat gempa besar kurang lebih satu tahun lalu, pihak berwenang tidak mau mengambil risiko lebih besar.
Gelombang besat yang bergulung menuju pelabuhan dan marina dari resor Baja di California hingga Cabo di San Lucas, membuat perahu-perahu bergoyang kencang, tetapi kejadian itu tidak sampai menimbulkan kerusakan berarti.
Di Meksiko, otoritas setempat segera menutup pelabuhan kargo utama, Manzanillo. Staf pelabuhan menyebutkan bahwa beberapa kapal kargo dan kapal pesiar memutuskan untuk menunda berlabuh di pelabuhan untuk menghindari masalah yang ditimbulkan dari gelombang besar akibat tsunami di perairan Pasifik.
( AP / CN14 / JBSM )