
Kendal, CyberNews. Hampir semua pasar tradisional yang ada di Kabupaten Kendal, dinilai tak layak dipakai. Puluhan pasar tradisional itu sudah banyak mengalami kerusakan karena dimakan usia. Rata-rata kerusakan pasar mencapai 40 persen dari kondisi utuh. Hal tersebut disampaikan Joko Kartono, anggota Komisi B DPRD Kendal.
Salah satu pasar tradisional yang perlu segera mendapatkan penanganan, menurutnya adalah Pasar Weleri. Pasar tradisional terbesar di Kendal ini kondisinya sudah banyak yang rusak. Jika hujan turun, air bisa menerobos masuk ke dalam los (kios) pasar karena atapnya bocor. "Pasar lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah Pasar Cepiring, Kendal, Kaliwungu, Pegandon, dan Sukorejo. Apabila tidak segera diperbaiki, pasar-pasar tradisional itu bisa saja akan kalah bersaing dengan pasar moderen seperti swalayan dan minimarket,” ujar Joko Kartono.
Sebagian besar pasar tradisional, menurut Joko berumur di atas 15 tahun. Sejak dibangun hingga sekarang, bangunan pasar belum pernah ada perbaikan. "Sayangnya selama ini pemkab kurang memperhatikan kondisi pasar tradisional yang makin memprihatinkan," jelasnya.
Beberapa waktu lalu, Bupati Widya Kandi Susanti mengaku akan melakukan pembenahan sejumlah pasar tradisional. Karena dana di APBD terbatas, pihaknya akan minta bantuan pemerintah pusat dan pemprov untuk pendanaan. Pihaknya akan menjadikan pasar tradisional lebih higienis agar pengunjung betah berbelanja. “Salah satu program saya adalah membuat pasar tradisional yang layak, nyaman serta higienis. Untuk mencapainya butuh dana yang tidak sedikit,” ujar Widya.
( Lanang Wibisono / CN14 / JBSM )