
Jakarta, CyberNews. Tetapnya Golkar dalam koalisi adalah hal yang menyedihkan bila dikaitkan dengan pengusutan kasus-kasus besar yang merugikan negara dan rakyatnya. Demikian dikatakan pengamat politik yang Direktur Nasional Lingkar Madani Ray Rangkuti, siang ini.
"Menyedihkan. Polemik yg hampir menyita wacana publik selama lebih dari satu minggu ini akhirnya berakhir tanpa perubahan. Kasus-kasus besar seperti Lapindo, Century dan sebagainya berpotensi dikubur," kata Ray.
Menurut Ray terjadinya deal ini juga menunjukkan bahwa SBY dikerjai lima kali oleh Ical dan Golkarnya. Kali pertama adalah penetapan kasus lumpur Lapindo sebagai bencana alam dan karenanya negara yg mengambil alih taunggungjawabnya.
Kedua dalam kasus Bank Century, ketiga dibentuknya setgab yg justru dikomandoi oleh Aburizal Bakrie (Ical) yang Ketua Umum DPP Golkar, keempat tentu kasus angket mafia pajak yang sekalipun kalah di paripurna tapi bahwa angket ini lolos ke paripurna saja menandakan Golkar tak bisa ditekan Demokrat.
Kelima adalah ribut setgab malah berujung pada makin kuatnya posisi Golkar di setgab. "Ironis dan sekaligus memalukan. Presiden membuka front perseteruan di mana-mana tapi berujung dengan kekalahan dirinya," kata Ray.
Kelebihan presiden menurutnya hanyalah kemampuannya untuk setia dan konsisten di jalur politik citra dan penampilan yg selalu harus menawan. Tapi apapun juga, penyelesaian ini cukup melegakan.
Dengan ini kita berharap para politisi kembali ke tugas pokok utama mereka memimpin dan mengelola bangsa. Mengentaskan berbagai persoalan yg menimpanya. "Cukup sudah ribut koalisi atau setgab," katanya.
( Hartono Harimurti / CN26 / JBSM )