
Blora, CyberNews. Kabar tentang rencana pembangunan pabrik gula di Kabupaten Blora dengan PT Gendhis Multi Manis (GMM) sebagai bendera perusahaannya, bukanlah rahasia lagi. Tidak cuma pejabat, masyarakat biasa pun sudah tak asing lagi dengan "proyek mercusuar", yang jika tidak ada aral melintang, segera dimulai pembangunannya April mendatang.
Namun belakangan, satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengatasnakaman dirinya Federasi Rakyat untuk Kejujuran dan Keadilan (FERA-2K), menilai pembangunan pabrik gula di Desa Tinapan kurang tepat, sehingga harus dilakukan pengkajian dan peninjauan ulang.
Tamsiri, salah seorang warga Desa Tinapan yang saat ditemui CyberNews, mengaku sudah mengetahui rencana pembangunan pabrik gula di desa kelahirannya. "Katanya mau dibangun pabrik gula di Waduk Bentolo. Tetapi sampai sekarang kondisinya masih penuh dengan semak belukar," kata lelaki berusia 67 tahun itu.
Ditanya apakah warga Tinapan sudah banyak yang menanam tebu untuk menyongsong pendirian pabrik gula, dia pun menganggukkan kepala. "Banyak yang menanam tebu," lanjutnya.
Masyarakat pun kini sebenarnya tidak sekadar menunggu realisasi pendirian pabrik gula yang rencananya akan mulai dibangun pada April mendatang di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan. Melainkan, ingin ikut merasakan manisnya mendapatkan penghasilan dengan ikut bekerja di pabrik gula itu. "Semoga yang manis tidak cuma gulanya saja, melainkan warga ikut merasakan manisnya keberadaan pabrik gula dengan ikut bekerja," tegas Pitri, warga lainnya.
Terpisah, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Blora, Bambang Sulistya, jauh-jauh hari juga mengemukakan hal senada. "Nanti kita upayakan dari pemerintah, jangan sampai warga cuma jadi penonton saja," katanya.
Dalam arti, lanjutnya, warga sekitar pabrik khususnya benar-benar bisa ikut merasakan manfaat dari adanya pabrik dengan investor dari PT IGN (Industri Gula Nusantara), Cepiring, Kendal.
( Rosidi / CN14 / JBSM )