
Yogyakarta, CyaberNews. Ribuan umat Hindu se Jateng dan DIY, Jumat (4/3) bakal memeriahkan upacara Tawur Agung Kesanga dipelataran Candi Prambanan, Yogyakarta. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, upacara kali ini lebih besar. Sebab melibatkan caru (sesaji) yang lebih lengkap dari upacara sebelumnya.
Upacara yang digelar sehari sebelum perayaan Nyepi tersebut, menurut rencana juga akan dihadiri Menteri Agama, Surya Dharmali, dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. ''Untuk upacara Tawur Agung Kesanga kali ini akan dihadiri Menteri Agama,'' kata Ida
Bagus Adikara, Ketua Pantia hari Raya Nyepi Tahun Saka 1933 di Kantor Unit Candi Prambanan, Rabu (2/3). Bila dibanding dengan upacara sebelumnya, lanjut Ida Bagus Adikara, upacara kali ini lebih besar kalau tidak boleh disebut pelaksanaan upacara yang paling besar.
Sebab, kata dia, dalam upacara kali ini akan melibatkan caru-caru korban hewan langka. Dimana pada upacara sebelumnya sama sekali tidak pernah ada, bahkan untuk ritual kali ini akan dipimpin tiga pendeta.
Ketiga pendeta itu, dua pendeta siwa dan satu bendeta Budha. Kedua pendeta Hindu itu, adalah Ide Gede Putra dan ide Begawan Manuabe. Sedangkan begawan dari Budha, adalah Ide Bedinde Gede Purwa. ''Ketiga pendeta inilah yang nanti akan memimpin jalannya ritual,'' katanya. ''Meski dua pendeta ini beda, namun tujuan kita sama jadi tidak ada masalah,'' tambahnya.
Upacara yang bakal dimulai pukul 08.00 WIB tersebut, akan diawali dengan kirab atau pengambilan air suci dari Candi Siwa yang kemudian dibawa ke pelataran Candi Prambanan sebagai tempat upacara Tawur Agung Kesanga. Kirab tersebut akan diikuti para penari, ogoh-ogoh, penabuh gamelan dan ratusan umat Hindu yang terlibat dalam pelaksanaan upacara Tawur Agung Kesanga.
''Kami perkirakan sampai di pelataran Candi Prambanan atau tempat upacara pukul 9.30 WIB,'' ujarnya.
Kenapa upacara kali ini digelar lebih besar dari upacara sebelumnya? Hal ini dilakukan agar umat manusia bisa kembali menghargai alam yang ada disekitarnya, mengingat beberapa tahun terakhir ini berbagai bencana melanda Indonesia. Mulai dari bencana tsunami, gempa bumi dan terakhir erupsi Gunung Merapi. Untuk menjaga kelestarian alam, maka umat Hindu sengaja menggelar upacara Tawur Agung Kesanga lebih dari biasanya.
''Upacara Nyepi kali ini, kita fokuskan pada tiga kegiatan. Yakni, Kegiatan Keagamaan, Kegiatan Bidang Kemasyarakatan, dan Kegiatan Seni Budaya dan Spiritual,'' katanya.
Sementara Joko Sutono, Kepala Unit Candi Prambanan, selama pelaksanaan upacara Tawur Agung dan upacara Nyepi obyek wisata Candi Prambanan buka seperti biasa. ''Meski pelataran Candi Prambanan digunakan untuk upacara Tawur Agung, tetapi kami tetap buka seperti biasa,'' ujar Joko Sutono. ''Bahkan, pada hari libur Nyepi kami juga buka seperti biasa,'' tambahnya.
( Sugiarto / CN27 / JBSM )