
Magelang, CyberNews. Dua pekerja bangunan tersengat listrik saat membangun ruko (rumah toko) dua lantai di Jalan Raya Magelang-Yogyakarta, tepatnya di Dusun Krakitan, Desa Sucen, Kecamatan Salam, Magelang, Selasa siang. Akibat kecelakaan kerja ini, satu buruh bangunan meninggal dunia.
Korban meninggal adalah Usman (47), warga Dusun Tegal Lancar, Desa Kradenan, Kecamatan Srumbung. Korban meninggal diduga akibat terjatuh setelah tersengat listrik. "Ia menderia luka bakar kecil di paha kiri. Kulit sedikit melepuh," kata dr Sri Kumalawati, dokter RSU Muntilan yang menangani korban.
Menurut dr Sri di tubuh korban juga ditemukan luka lebam dan lecet di pipi dan dahi kanan serta punggung. Kedua telapak tangan korban juga mengalami lecet-lecet. "Korban sedang melepas kayu namun kemudian mengenai kawat listrik sehingga terjatuh," kata dia.
Sementara korban selamat adalah Sabar (50) juga warga Dusun Tegal Lancar. Ia mengalami luka lecet dan lebab di pipi dan dahi sebelah kanan. Saat ini ia menjalani perawatan intensif di RSUD Muntilan. Korban dalam kondisi tidak sadar saat dibawa ke rumah sakit Muntilan. Ia berulangkali menanyakan rekan kerjanya Usman.
Hingga saat ini pihak keluarga dan rekan kerja almarhum belum berani memberitahu kondisi Usman kepada Sabar. "Mereka sudah bekerja bersama selama puluhan tahun. Kami belum berani memberitahu bahwa Usman sudah meninggal. Biar kondisinya membaik dulu," kata Yono, rekan kerja almarhum.
Terkena Kabel
Menurut Yono kecelakaan kerja tersebut terjadi Selasa pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Ia mengatakan bahwa kabel listrik yang mengenai kedua korban mengandung aliran listrik bertegangan tinggi. "Saya tak ingat persis kejadiannya namun setelah kesetrum mereka terjatuh," jelas dia.
Kecelakaan ini menimbulkan duka mendalam baik dari pihak keluarga alm Usman maupun Sabar. Istri Sabar, Khayatun, mengatakan mereka belum punya biaya untuk membayar biaya perawatan Sabar selama dirawat di rumah sakit.
Khayatun berharap ada pihak yang bersedia membantu biaya perawatan tersebut. "Belum tahu dari mana membayar biaya rumah sakit. Kami berharap pihak pemilik ruko bersedia membantu," kata Khayatun lugu.
Sementara itu, dr Sri Kumalawati mengatakan setelah menjalani otopsi jenazah Usman segera diantar ke rumah duka di Dusun Tegal Lancar, Desa Kradenan, Kecamatan Srum
( MH Habib Shaleh / CN26 / JBSM )