panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
27 Februari 2011 | 19:10 wib
Melestarikan Situs Pebahanan Gunung Padang Perlu dengan Wisata Air

 

Cilacap, CyberNews. Situs Pebahanan Gunung Padang di Desa Salebu, Kecamatan Majenang perlu dikombinasikan dengan wisata air jika hendak melestarikannya. Sebab, situs kuno tersebut kurang menarik tanpa ada obyek pendukung lainnya, apalagi lokasinya sulit dijangkau sehingga jarang dikunjungi.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Salebu, Muhammad Ibnu Subkhi SAg mengatakan, Pebahanan tidak semegah Borobudur maupun Prambanan meskipun reruntuhan situs itu dibangun kembali. "Situs itu sendiri kurang spektakuler dan tidak semegah candi-candi lain. Apalagi aksesnya sulit dijangkau," katanya.

Menurutnya, situs yang berlokasi di tanah Perhutani itu perlu dipadukan dengan membangun wisata air di sekitarnya. Tidak jauh dari reruntuhan itu terdapat air terjun atau Curug Cipagawulan yang mengalir di Sungai Citengah.

Curug itu sendiri tidak terlalu tinggi, hanya sekitar tujuh meter. Namun, alamnya masih asri dan sumber airnya mengalir sepanjang tahun. Apabila potensi tersebut dimaksimalkan, hal ini dapat menghasilkan kombinasi wisata yang menarik. 

"Lokasinya sekitar 400 meter dari Pebahanan. Pebahanan di atas bukit, curugnya berada di kaki bukit. Di bawah curug itu bisa dibuat semacam pemandian. Di bawahnya lagi ada bendung yang sudah dibangun oleh BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citanduy. Pengunjung juga mudah mencapainya karena tidak jauh dari jalan desa," ujarnya.

Dia mengungkapkan, pihak Perhutani, sebenarnya sudah mempersilahkan beberapa wilayahnya untuk dikelola LMDH. Tetapi, belum ada kerjasama tertulis yang mengatur khusus untuk hal itu.

Sementara itu, pemerhati budaya Majenang, IH Antasalam mengatakan, pebahanan perlu dilestarikan. Salah satu cara, yakni dengan membangun wisata air di dekat situs tersebut. Dengan cara itu, kelestarian alam maupun kelestarian situs tetap terjaga.

Seperti diketahui, situs Pebahanan Gunung Padang berdiri di atas tebing yang sangat curam. Panjang situs itu sekitar 20 meter dengan tinggi sekitar 14 meter. Situs itu terdiri atas ratusan tumpukan pilar batu dengan panjang antara 4-5 meter berdiameter sekitar 30 sentimeter. Kini, beberapa pilar batunya telah banyak yang patah dan longsor ke kaki tebing karena termakan usia. 

 

( Khalid Yogi / CN28 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga



    Panel menu
    Berita Terbaru
    image
    26 Mei 2012 | 20:00 wib
    Dibaca: 10
    image
    26 Mei 2012 | 19:50 wib
    Dibaca: 36
    image
    26 Mei 2012 | 19:37 wib
    Dibaca: 92
    26 Mei 2012 | 19:20 wib
    Dibaca: 121
    26 Mei 2012 | 19:02 wib
    Dibaca: 445
    Panel menu tepopuler dan terkomentar
    Berita Terpopuler
    FOOTER