
Semarang, CyberNews. Nasib apes dialami tiga orang pekerja bangunan dari PT Indo Print. Mereka mengalami kecelakaan kerja saat memperbaiki reklame jenis neon box di Jalan Brigjen Sudiarto, Sabtu (26/2) pukul 13.00, yakni tersengat aliran listrik.
Tiga pekerja itu diketahui bernama Muchasin (27) asal Boyolali, Sumanto (25) warga Kedungori, Kabupaten Demak dan Aris asal Boja, Kendal. Dalam kecelakaan itu Muchasin dan Sumanto mengalami luka serius dan patah tulang setelah terlempar dari ketinggian sekitar 15 meter, sedang Aris mengalami luka bakar. Mereka bertiga dibawa ke RSUD Kota Semarang.
Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, kecelakaan kerja itu terjadi ketika ketiga korban memperbaiki reklame tersebut. Ketiganya naik ke atas untuk memperbaiki lampu reklame yang rusak.
Entah bagaimana, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras dan mengakibatkan Muchasin dan Sumanto jatuh ke bawah, sementara Aris yang mengalami luka bakar tidak sadarkan diri dan masih berada di atas. "Saya tidak tahu persis kejadiannya. Tiba-tiba saja, terdengar suara ledakan keras dan dua orang terjatuh ke bawah," kata Pujiyanto (35), pengawas proyek.
Tidak berapa lama, petugas Polsek Pedurungan dan Polretabes Semarang serta petugas PLN yang menerima laporan tiba di lokasi. Polisi meminta keterangan saksi-saksi. Dua orang korban yang jatuh segera dibawa ke rumah sakit, sedangkan Aris dievakuasi oleh petugas PLN yang datang ke lokasi setelah menerima laporan.
Pujiyanto menduga terjadi korsleting listrik saat tiga orang korban memperbaiki reklame tersebut. Dia juga tidak tahu asalnya sumber ledakan yang menyebabkan tiga pekerja tersengat listrik.
Berdasarkan pantauan, lokasi papan reklame yang memiliki ukuran sekitar 1,5 meter x 2 meter yang tengah diperbaiki sangat dekat dengan jaringan listrik, sehingga berisiko terjadinya gangguan listrik. Kasus itu kini masih dalam penganganan kepolisian.
( Rosyid Ridho / CN26 / JBSM )