panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
23 Februari 2011 | 17:12 wib
Dilarang Masuk Semarang
Sopir AKDP Desak Penambahan Jalur Trayek
.

Kendal, CyberNews. Para sopir angkutan kota dalam provinsi (AKDP) mendesak kepada Dewan dan Dishub untuk mengupayakan penambahan jalur trayek. Apalagi setelah bus AKDP dilarang masuk ke Semarang dan harus berhenti di Terminal Mangkang, jarak trayek terpotong cukup banyak. Bahkan mencapai puluhan kilometer.

Menurut Zamroni, koordinator Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Kendal, dengan diwajibkan berhenti di Terminal Mangkang, praktis AKDP Semarang-Sukorejo hanya memiliki 48 kilometer jarak trayek. Mereka masih harus berebut penumpang dengan angkutan Kota Kendal yang memiliki jalur trayek sama.

Padahal, total ada sekitar 369 unit angkutan serta AKDP yang nantinya akan beroperasi di dalam Kota Kendal. "Dengan jumlah kendaraan sebanyak itu, serta jarak trayek yang sangat pendek, maka bisa mengakibatkan kekacauan lalu lintas di Kota Kendal. Belum lagi kami harus berebut penumpang dengan jasa angkutan lain," tegasnya dalam audiensi dengan anggota DPRD Kendal, Rabu (23/2).

Maka untuk itu, pihaknya berharap Dewan serta Dishub bisa mengupayakan penambahan jalur trayek ke daerah lain. Ada  beberapa alternatif yang mereka tawarkan, sesuai dengan anjuran Dishub Provinsi. Untuk arah utara, trayek bisa diperpanjang hingga Kabupaten Kudus atau Demak.

Selatan hingga Temanggung atau Yogjakarta, dan barat bisa sampai ke Tegal atau Pekalongan. "Dengan begitu jarak trayek bisa lebih panjang. Dan kami tidak harus berebut dengan angkutan kota yang ada di Kendal," tegasnya.

Tatang Iskandaryanto, Kepala Dishubkominfo Kabupaten Kendal mengatakan, perpanjangan trayek baru bisa disetujui jika ada persetujuan dari kabupaten tujuan. Maka untuk itu, saat ini pihaknya sedang mengupayakan pendekatan dengan Kabupaten Demak untuk kemungkinan perpanjangan trayek AKDP.

"Yang paling memungkinkan adalah Demak. Saat ini kami sedang mengupayakan komunikasi ke sana," papar dia.

Anik Kasiyani, ketua DPRD Kendal menambahkan, pengusaha transportasi di Kendal seharusnya juga bisa pro aktif mengupayakan realisasinya rencanma perpanjangan trayek. Dikarenakan tidak hanya sopir, pemotongan jarak trayek hingga Terminal Mangkang sesuai SK Wali Kota Semarang, sebenarnya juga berpengaruh bagi seluruh elemen yang ada.

"Maka untuk itu, para pengusaha transportasi khususnya AKDP, bisa ikut mengupayakan rencana itu. Bisa dengan melakukan upaya lobi ke Dishub Provinsi," tukasnya.

( Lanang Wibisono / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
Index Berita
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 2982
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 3184
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 3012
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 4050
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 2948
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
02 September 2014 | 12:53 wib
05 September 2014 | 23:45 wib
05 September 2014 | 23:30 wib
FOOTER