
Pekalongan, CyberNews. Kesulitan gondorukem bagi perajin batik di Pekalongan kini dapat teratasi setelah Perum Perhutani Unit I Jateng menyanggupi seluruh kebutuhan perajin Pekalongan.
‘’Kita memiliki pabrik pengolahan gondorukem di Paninggaran dengan produksi 600 ton per bulan. Sedangkan kebutuhan perajin Pekalongan rata-rata dalam sebulan hanya sekitar 200 ton. Karena itu, keperluan perajin batik akan kita penuhi,’’ kata Kepala Perum Perhutani Unit I Jateng, Heru Siswanto saat mengadakan rapat dengan Wali Kota Pekalongan HM Basyir Ahmad, Sabtu (19/2).
Menurut Heru, di Pekalongan ada tujuh perusahaan yang menjadi pembeli gondorukem. Namun, agar perusahaan itu tetap jalan, maka sebaiknya perajin batik membentuk paguyuban kemudian mengajukan kebutuhannya pada Perum Perhutani.
Agar lebih mudah, maka Perum Perhutani Jateng akan memfasilitasi pada perajin dengan cara menyediakan gondorukem di Perhutani Pekalongan Timur yang lokasinya di Kota Pekalongan.
Kalau pembelian di Semarang satuannya berupa drum, di Pekalongan akan dibuat ukuran 5 kg, sehingga memudahkan perajin membelinya. Hanya saja, pembeliannya harus tunai, dengan harga mengukuti pasaran dunia. Jadi, setiap saat bias berubah. Untuk Februari, harga gondorukem berkisar Rp 29.000 per kg.
( Trias Purwadi / CN16 / JBSM )