panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
18 Februari 2011 | 15:10 wib
Selama Setahun Perceraian Di DIY Meningkat

 

Yogyakarta, CyberNews. Sejak dua tahun terakhir ini, kasus perceraian di DIY mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bila tahun 2008 lalu kasus perceraian hanya berkisar 10 persen, namun setahun kemudian naik menjadi 13 persen.

Hal itu dikemukakan Kepala BP4 (Badan Penasehat Pembinaan Pelestarian Perkawinan), Prof Dr Soewadi pada wartawan di sela-sela Rakerda BP4 Provinsi DIY, di Gedung Pracimosono Kepatihan Yogyakarta, siang tadi, Jumat (18/2). Menurut Prof Dr Soewadi, kasus perceraian yang menonjol karena krisis akhlak (misalnya, ada pria lain atau wanita lain, kekerasan dalam rumah tangga), ketidak harmonisan, pernikahan usia dini dan ekonomi. 

Apabila dilihat dari wilayahnya, jumlah kasus perceraian ini hampir merata di semua kabupaten/kota di DIY. Gunungkidul, misalnya, dari dulu memang banyak kasus perceraian. Namun anehnya sampai sekarang belum diketahui penyebab tingginya kasus perceraian di Gunungkidul.

Kasus perceraian terbanyak, lanjut dia, justru datang atau atas permintaan isteri (gugat). Penyebab semakin banyaknya perempuan yang minta cerai atau menceraikan suami karena sekarang perempuan sudah lebih eksis, sudah bisa bekerja sendiri dan mandiri.

Berdasarkan data perceraian dari BP4 tahun 2008 sebanyak 3.457 kasus yang terdiri dari, talak sebanyak 1191 kasus dan gugat sebanyak 2.391. Sedangkan perceraian tahun 2009 sebanyak 3.925 kasus yang terdiri dari, talak sebanyak 1.253 kasus dan gugat ssebanyak 2.857 kasus.

Sementara data dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi DIY kasus perceraian tahun 2008 sebanyak 1.222 kasus terdiri dari talak 362 kasus dan gugat sebanyak 860 kasus. Sedangkan tahun 2009 kasus perceraian sebanyak 1.249 kasus terdiri dari talak sebanyak 346 kasus dan gugat 903 kasus, tahun 2010 kasus perceraian sebanyak 1.809 kasus terdiri dari talak 511 kasus dan gugat sebanyak 1.298 kasus.

Lebih lanjut dia mengatakan, dulu apabila ada masalah dengan suami, isteri menutup-menutupi dan tidak berani melaporkan. Di samping itu dulu perempuan menikah tujuannya untuk mendapatkan rumah dan uang. Sekarang ini, kata dia, isteri kebanyakan bekerja dan kadang suami tidak bekerja bahkan minta retribusi dari isteri.

Belum lagi banyak suami yang melakukan kekerasan terhadap isteri dan isteri mulai berani melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya. Di samping itu meningkatnya kasus perceraian juga semakin banyak pernikahan dini, karena perempuan sebelum menikah sudah hamil duluan. ''Sekarang remaja sms-an dengan lawan jenisnya isinya mau ML (making love),'' ujar psikiater di RSUP Dr Sardjito ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan adanya program KB (Keluarga Berencana) bahwa dua anak cukup, seharusnya disertai dengan planning supaya ada kematangan jiwa dan kepribadian bagi mereka yang akan menikah. Karena dengan kematangan kepribadian seseorang bisa mengendalikan emosi. Sehingga diharapkan kasus perceraian bisa menurun, karena sudah sama-sama dewasa dalam bertindak dan berfikir.

Di bagian lain dia mengungkapkan, mulai tahun 2011 setiap kasus perceraian hasil konflik perkawinan harus lewat mediator dan kalau tidak lewat mediator putusan hakim tidak sah.  Oleh karena itu, BP4 harus mempunyai mediator yang dilatih khusus di tingkat nasional sehingga ada sertifikat dari MA. Saat ini di DIY mediatornya baru tiga orang.

Padahal setiap kabupaten harus punya mediator minimal satu. Mediator ini bisa hakim dan non hakim. Mediator non hakim ini diharapkan dari BP4. Untuk mempercepat jumlah mediator BP4 akan melakukan pelatihan bagi mediator supaya ada mediator yang mempunyai sertifikat.

( Sugiarto / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 5625
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 6280
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 6069
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 7574
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 5846
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER