
Purworejo, CyberNews. Abrasi yang terjadi di Pantai Keburuhan, Kecamatan Ngombol, Purworejo semakin parah. Semua warung milik warga di pinggir pantai itu sudah hilang diterjang ombak. Bangunan los pasar ikan juga sudah rusak dan mulai merembet ke bangunan utama tempat pelelangan ikan.
Untuk menyelamatkan aset, warga sekitar mulai membongkar atap bangunan TPI dan disingkirkan ke tempat yang lebih aman. Sedangkan bangunan utama TPI yang permanen tidak mungkin dievakuasi. Kerusakannya hanya tinggal menunggu waktu saja.
Kepala Desa Keburuhan, Suwito yang dimintai konfirmasi Rabu (16/2) menyebutkan, keseluruhan warung milik warga yang sudah hilang diterjang ombak jumlahnya mencapai tujuh unit. "Total kerugian akibat abrasi yang terjadi sejak sebulan terakhir sudah mencapai puluhan juta rupiah," katanya.
Selain warung, lanjut Suwito, bangunan mushola di pinggir pantai itu juga sudah rusak. Termasuk juga paving dan pelataran TPI. Sedangkan los pasar ikan yang lebarnya lima meter dengan panjang 18 meter, separonya lebih bagian pondasi sudah rusak. "Robohnya los pasar ikan ini hanya tinggal hitungan hari saja," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pengairan Ir Susanto Sp I mengatakan, belum ada penjelasan resmi dari Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) mengenai rencana penanganan abrasi di pantai itu. "Balai besar mungkin masih konsentrasi penanganan Kali Putih dan kali-kali lainnya yang terkena dampak lahar dingin Merapi. Sampai sekarang belum ada perencanaan resmi soal penanganan abrasi Keburuhan," tandasnya.
( Nur Kholiq / CN14 / JBSM )