
Semarang, CyberNews. Nasib guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di daerah pedesaan yang berlatar belakang lulusan SMP belum banyak dipikirkan oleh pemerintah. Pasalnya, untuk menjadi guru PAUD itu tidak mudah, karena PAUD merupakan pendidikan pondasi bagi anak.
Menurut pengamat dan praktisi PAUD, Yulianti Siantayani, banyak sekali ditemui guru PAUD di daerah seperti Demak atau di pesisir Pantura yang hanya berpendidikan SMP dengan gaji sekitar Rp 30 ribu sebulan. Padahal negara ini mempunyai keinginan untuk mengentaskan pendidikan dengan standarisasi, termasuk bagi guru PAUD.
Untuk menstandarisasi kompetensi yang dimiliki oleh guru PAUD tidak hanya sekedar dengan sertifikasi, karena solusi tersebut tidak menjamin mereka menjadi pendidik yang hebat. "Misalnya saja, seperti pengumpulan portofolio yang diharapkan bisa melaksanakan pembelajaran secara optimal, ternyata dalam praktiknya tidak. Mestinya jika pemerintah ingin memberikan syarat standarisasi harus jelas, karena pengalaman selama ini banyak ijazah yang difiktifkan hanya untuk tujuan insentif," terang pemilik Sanggar dan Sekolah Bukit Aksara bagi anak usia dini ini.
Pendidikan di Indonesia memang sedang menuju ke arah sertifikasi, tapi proses tersebut juga dibutuhkan pengawalan dari awal hingga akhir agar pelaksanaannya tuntas. Maka dari itu, sertifikasi dengan pendidikan profesi guru (PPG) dapat dijadikan sebagai formula yang ideal yakni dua semester untuk enam bulan teori dan enam bulan praktik. Selain itu, juga harus melibatkan pihak terkait seperti lembaga mitra yang berkompeten dan perguruan tinggi.
( Anggun Puspita / CN14 / JBSM )