
Foto: AP
Sanaa, CyberNews. Puluhan ribu orang di ibukota Sanna yang terinspirasi revolusi massa di Tunisia, Kamis (27/1), menyerukan pemecatan presiden Yaman.
Demonstrasi yang dipimpin oleh anggota oposisi dan aktivis pemuda ini terinspirasi kerusuhan yang dipicu pemberontakan di Tunisia dan protes massa terbesar selama pemerintahan Mesir moderen.
Protes massal yang akhirnya menjadi sebuah revolusi massa di beberapa negara jazirah Arab beberapa waktu pekan terakhir, telah menjadi ancaman baru bagi stabilitas bangsa-bangsa Arab yang termasuk miskin.
Di Yaman, rombongan massa yang terbagi dalam empat kelompok dilaporkan mengepung Ibukota Sanaa dengan menutup jalan-jalan utama sambil meneriakkan protes dan tuntutan untuk mengakhiri pemerintahan Presiden Ali Abdullah Saleh, yang telah berkuasa selama hampir 32 tahun.
Para pemimpin oposisi telah menyerukan demonstrasi dengan jumlah massa lebih besar, Jumat (28/1) besok.
Menghadapi aksi massa ini, Presiden Saleh telah berusaha meredakan ketegangan massa dengan membuat aturan kenaikan gaji tentara dan dengan tegas menyangkal isu yang menyebutkan bahwa dia sedang mempersiapkan anaknya untuk menggantikannya kelak.
Setelah kekacauan di Tunisia, Saleh memerintahkan pemotongan pajak menjadi separuh dari jumlah semula dan segera memerintahkan kepada jajaran pejabat di pemerintahannya untuk mengendalikan harga-harga.
Otoritas Yaman dilaporkan juga mengerahkan polisi anti huru-hara dan tentara untuk beberapa daerah vital di Ibukota Sanaa, untuk mencegah kerusuhan meluas.
( AP / CN14 )