panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
25 Januari 2011 | 16:37 wib
Peta Bencana Jateng dan Semarang Lebih Lengkap

Bandung, CyberNews. Provinsi Jateng dan Kota Semarang menjadi salah satu wilayah yang terdepan dalam merespon penanganan bencana alam menyusul penyusunan peta resiko yang lebih komprehensif.

Peta resiko itu merupakan buah kerja sama Indonesia-Jerman bertajuk Georisks Project dengan melibatkan lembaga yang bertanggungjawab antara Badan Geologi Indonesia dan Bundesanstalt für Geowissenschaften und Rohstoffe (BGR).

Kedua lembaga itu Selasa kemarin menggelar workshop di Lembang, Kab Bandung Barat. Peta bencana Jateng hadir sebagai buku pedoman analisis bahaya alam seperti longsor, gempa bumi, gunung api termasuk sebaran abunya.

Karena itu, analisis itu mencakup perhitungan resiko atas kondisi infrastruktur dan potensi ekonomi yang bisa terpapar bencana. Khusus ekonomi, langkah ini diklaim terbilang baru bagi penanganan bencana di Tanah Air.

Peta resiko lainnya menyasar kepada potensi tanah amblas di Kota Semarang. Peta ini dilengkapi oleh hasil monitoring via satelit atas daerah yang mengalami penurunan hingga analisis reisko bagi kepentingan perencanaan tata ruang.

Dari pengamatan peta sekilas, daerah rawan amblasan terparah berada di kawasan Bandarharjo, Tanjung Emas (8-9 cm per tahun) sedangkan terendah antaa Jerakah hingga Kedung Mundu di bagian selatan (0-1 cm per tahun).

Kapasitas Pemda

Menurut Project Team Leader, Dr Matthias Dorn, penyusunan peta resiko itu lebih bertujuan meningkatkan kapasitas pemda dalam penanganan bencana di daerahnya. Data tentang kebencanaannya pun diperkuat. Dalam proyek di Semarang, Bappeda setempat ikut dilibatkan.

"Diharapkan penangannya menjadi sebuah standar operasi, termasuk dalam perencanaan tara ruang. Karena kunci penanggulangan bencana ada di tata ruang," tandasnya.

Sekretaris Badan Geologi, Yunus Kusumahbrata menyebut bahwa hasil kerja sama di antara kedua belah pihak yang berjalan sejak 2003 bertujuan menghasilkan panduan bagi manajemen resiko kebencanaan.

"Ibaratnya kami sedang membuat kisi-kisinya, untuk kepentingan kita bersama. Pedoman yang dapat dipegang saat bencana termasuk yang di daerah," jelasnya.

( Setiady Dwi / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
24 April 2014 | 20:44 wib
Dibaca: 50
24 April 2014 | 20:34 wib
Dibaca: 70
24 April 2014 | 20:24 wib
Dibaca: 188
24 April 2014 | 20:14 wib
Dibaca: 258
24 April 2014 | 20:04 wib
Dibaca: 290
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER