
Slawi, CyberNews. Akibat mengidap penyakit polio seorang warga miskin di Kabupaten Tegal, harus terbaring lemas di tempat tidur selama lebih dari seperempat abad. Meski usianya kini sudah menginjak 27 tahun, namun tingkah lakunya bagaikan seorang balita. Bahkan, kondisi semakin mengenaskan tinggal kulit pembalut tulang yang membuat pihak keluarga pasrah karena ketidakmampuannya untuk menjalani perawatan.
Nasib malang itu dialami Muhamad Sultoni warga RT 10 RW 2 Desa Dukuh Sembung, Kecamatan Pangkah. Kondisi Sultoni yang mengidap penyakit polio terjadi sejak masih berusia 13 bulan. Untuk keperluan sehari-hari Sultoni harus diirawat ayahnya Rasito (45) seorang diri. Pasalnya, ibunya Resmiyati sudah meninggal dunia sejak tahun 1998 silam. Dengan sabar dan ikhlas Rasito harus memandikan dan menyuapi makan untuk anaknya. Maklum sejak divonis menderita penyakit polio, Sultoni harus terbaring lemas di tempat tidur belakang yang berada bersampingan dengan dapur rumahnya.
Saat ini kondisinya semakin memprihatinkan, berat badanya sangat jauh dibawah normal. Padahal berat idel orang seusianya bisa mencapai lebih dari 50 kilogram. Pada bagian perutnya semakin mengecil dan dadanya nampak rongga tulang, hingga pada kedua kaki dan tanganya pun tinggal tulang belulang yang menyebabkan tubuhnya tak bisa digunakan untuk duduk apalagi berdiri.
Rasito yang hanya berprofesi sebagai penarik becak hanya bisa pasrah terhadap penderitaan anaknya. Jangankan untuk mengobati anaknya, untuk menafkahi Sultoni dan ketiga adiknya pun, Rasito kebingungan apalagi penghasilan sebagai penarik becak tidak menentu. Pihak keluarga hanya berharap uluran tangan dermawan dan kemuzikjatan dari yang di atas agar Sultoni bisa kembali normal.
( Dwi Putra GD / CN14 / JBSM )