panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
24 Januari 2011 | 19:15 wib
Kapal Karam di Mentawai, Dua Nelayan Tegal Meninggal

 

Tegal,CyberNews. Nasib tragis dialami dua nelayan asal Kota Tegal, Ahmad Bisri (32) dan Warto alias Wasrip (55). Kapal Mumbul Jaya Abadi yang mereka tumpangi karam di Kepulauan Mentawai Sumatera Barat pada Sabtu (15/1) pagi.

Akibat kecelakaan tersebut, Warto yang merupakan mertua Ahmad Bisri meninggal. Jenasahnya hari itu juga berhasil ditemukan. Sabtu (22/1) malam, jenasah korban baru tiba di Kota Tegal dan langsung dimakamkan di Makam Panggung sekitar pukul 20.00. Sedangkan Ahmad Bisri sampai sekarang belum ditemukan.

Atas kecelakaan yang menimpa warga RT 4 RW 10 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur itu, Wakil Wali Kota (Wawalkot) Tegal Habib Ali Zaenal Abidin SE, Senin (24/1) pagi, meninjau keluarga korban di Perumahan Sub Inti Kota Tegal. Saat ditemui Istiqomah Illah (32), istri Ahmad Bisri tampak masih syok.

Sampai saat ini, ibu lima anak ini masih belum percaya bila suaminya dinyatakan meninggal. "Setelah dengar kabar itu saya cuma diam, nunggu kabar yang sebenarnya. Saya coba nelpon pengurus perusahaan di Muara Baru Jakarta,"sebutnya kepada Wawalkot.

Bisri mempunyai lima anak masing-masing Ahmad Oza Firdaus (11), istika Adeliani (10), Nadia (6), Fadiah Nursantika (2,5) dan Mohammad Yosa Abdillah (2,5). Mereka tinggal bersama Warto yang sudah lama menduda.

Illah menyebutkan suaminya melaut sudah satu bulan sembilan hari. Suaminya sudah beberapa kali ikut kapal pencari tuna yang berangkat dari Jakarta ke Padang Sumatera Barat. Kabar mengenai kecelakaan tersebut dia terima dari Bambang warga Slawi Kabupaten Tegal yang merupakan Kapten Kapal yang ditumpangi suaminya. Jumat (21/1) lalu bersama Ketua RT 4 Nino Aditya Priyanto dan Amir kakak Ahmad Bisri dia ke Jakarta untuk mengurus santunan dari pemilik kapal.

Sementara itu, Nurdin (26) warga RT 5 RW 13 Kelurahan Panggung yang juga menjadi korban kecelakaan kapal tersebut menuturkan, kapal tersebut ditumpangi 7 orang. Dua orang berasal dari Slawi, satu orang dari Makasar, satu orang dari Flores dan tiga orang dari Kota Tegal.

Dia menyebutkan, saat kapal karam, Warto sempat mengajak dia lompat dari belakang. Kapal yang ditumpangi beserta korban  terbawa arus laut dan dalam waktu kurang dari 2 jam kapal pecah dan semua ABK jatuh ke laut. Dari 7 ABK yang ada di kapal  termasuk juru mudi hanya 5 ABK yang selamat sedangkan 2 ABK yakni Warto dan Bisri meninggal.

Jenasah Warto  ditemukan warga Pulau Niau pada pukul 13.00. Sedangkan Bisri sampai saat ini belum ditemukan. Dia sendiri masih merasa trauma dan memilih pulang kampung. Meski demikian, dia yang sudah satu tahun menjalani pekerjaan sebagai nelayan akan kembali melaut saat ada kesempatan lagi.

Habib Ali pada kesempatan itu meminta Sekretaris Kelurahan Panggung Sudjatmo untuk mengurus santuan kematian bagi Warto dan Ahmad Bisri. Masing-masing akan memperoleh Rp 500.000. Selain itu, agar mengajukan bantuan kecelakaan kepada Wali Kota Tegal. "Seperti yang sudah-sudah, bantuan kecelakaan yang diberikan Pemkot Tegal senilai Rp 1,5 juta," ujar Wawalkot.

( Cessnasari / CN16 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 25981
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 27659
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 27370
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 30847
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 26606
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER