panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
20 Januari 2011 | 23:56 wib
Seleksi Mandiri PTN Akomodasi Putra Daerah

Semarang, CyberNews. Jalur seleksi mandiri untuk penerimaan calon mahasiswa baru, dinilai lebih mengakomodasi putra daerah sekitar perguruan tinggi negeri (PTN) berada. Hal ini berbeda dengan jalur seleksi nasional masuk PTN yang seringkali diserbu mahasiswa dari daerah lain, sehingga seringkali putra daerah yang jumlahnya lebih sedikit, kurang terakomodasi.

"Meski demikian, ujian mandiri memang memiliki kelebihan dan kekurangan," kata pakar pendidikan dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dr Nugroho, di Semarang, Kamis (20/1) menanggapi keputusan Kemendiknas yang akan menghapus jalur mandiri PTN pada 2012 mendatang.

Menurutnya, dalam jalur SNMPTN, mahasiswa yang masuk bisa berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan cenderung merata. Padahal mestinya, harus diimbangi pengakomodasian potensi masyarakat sekitar kampus. "Kalau semua mahasiswa diambil dari jalur nasional, bisa jadi tidak akan ada mahasiswa asal Semarang yang kuliah di Unnes atau Universitas Diponegoro yang memang terletak di Semarang," tuturnya.

Namun, nilai lebih SNMPTN yakni seleksi menjadi lebih ketat sehingga input mahasiswa menjadi lebih berkualitas, terlebih dalam SNMPTN ada jalur undangan yang diperuntukkan khusus untuk calon mahasiswa berprestasi tetapi harus ditentukan dan disosialisasikan kriteria prestasinya seperti apa.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66/2010, lanjut dia, kuota mahasiswa lewat jalur mandiri PTN dibatasi hanya 40 persen, sisanya sebesar 60 persen diambilkan dari jalur nasional atau SNMPTN.

"Saya memandang, regulasi itu sudah baik. Kalaupun ada wacana jalur mandiri akan dihapus, saya pikir akan bermuara pada rencana akan meningkatkan kualitas input mahasiswa dan membidik mahasiswa berkemampuan ekonomi menengah ke bawah yang selama ini tidak terakomodasi dalam jalur seleksi mandiri," katanya.

Lulusan Berkualitas

Di sisi lain, Nugroho mengakui, jika seleksi calon mahasiswa keseluruhan melalui jalur SNMPTN, akan lebih banyak dihasilkan lulusan yang berkualitas, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran terdidik. "Dalam hal ini, wajar jika pemerintah berniat menghapus seleksi mandiri," ungkapnya.

Hal senada dituturkan pengamat pendidikan dari Centre Education for Studies (CES), Hery Nugroho. "SNMPTN bisa menghapus sekat pemisah antara mahasiswa kaya dan miskin. Akses mahasiswa kurang mampu terhadap pendidikan berkualitas pun, akan lebih luas. Pendidikan pun akan merata," katanya.

Dia cenderung setuju jika seleksi mandiri dihapuskan secara total tahun depan. Hal ini dipandangnya sebagai komitmen memberikan pendidikan yang berkualitas tapi murah kepada masyarakat.

"Saya yakin, pemerintah bisa membantu menyubsidi operasional PTN sebagai kompensasi dihapuskannya seleksi mandiri. Di sisi lain, PTN harus didorong kreatif mencari dana operasional tambahan melalui kerja sama dengan pihak ketiga atau luar negeri dan industri dengan CSR," tutur dia.

( Hadziq Jauhary / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15398
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 16305
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 16070
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18640
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15547
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER