panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Januari 2011 | 15:42 wib
Pernyataan Thamrin Amal Tamagola Disesalkan


Pontianak, CyberNews. Pernyataan sosiolog Universitas Indonesia, Thamrin Amal Tamagola, mengenai perilaku masyarakat Dayak terkait hubungan dengan lawan jenis, mendapat sorotan.

Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Karolin Margret Natasa, Sabtu (8/1), mengatakan, pernyataan tersebut menimbulkan polemik bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya yang beretnis Dayak.

Karolin mengaku dirinya banyak menerima laporan mengenai keresahan warga akibat pernyataan Thamrin Amal. Menurutnya,  sebagai seorang akademisi harusnya Thamrin tidak mudah melontarkan pernyataan negatif seperti itu.

Bahkan, lanjut dia, asumsi tersebut sangat bertentangan dengan realitas hukum adat yang terdapat pada masyarakat Dayak. Karolin yang juga putri Gubernur Kalbar Cornelis mengaku secara pribadi sebagai seorang warga Dayak, ia merasa resah dan prihatin terhadap pernyataan Thamrin.

Menurut Karolin, masyarakat Dayak, sangat kuat dengan adat istiadat. Bahkan, jika ada masyarakat yang melihat pasangan pemuda-pemudi Dayak berdua-duaan di tempat gelap, mereka langsung dikenakan sanksi adat karena telah melanggar tata krama pergaulan.

"Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus saya utarakan. Pertama, saya ingin mempertanyakan tentang keakuratan data yang dimiliki oleh sosiolog Thamrin Tamagola terhadap penelitiannya yang menyebutkan bahwa dalam masyarakat Dayak bersenggama tanpa diikat oleh perkawinan adalah biasa atau dapat di interpretasikan sebagai lazim," kata Karolin.

Kedua, masyarakat Dayak yang dimaksud yang mana, sebab di Kalbar saja terdapat sejumlah 151 sub-suku Dayak. Ketiga, lanjut dia, sebaiknya Thamrin Amal Tamagola mengklarifikasi dan meminta maaf melalui berbagai media massa kepada seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya dan kepada etnis Dayak, Bali, Mentawai dan Papua pada khususnya.

Sebelumnya, pernyataan Thamrin disampaikan setelah ia hadir sebagai saksi ahli dalam sidang asusila Ariel "Peterpan", Kamis (30/12), di Bandung. Ia menyatakan bahwa video porno dengan pemeran mirip Ariel tidak meresahkan sebagian masyarakat Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa "Dari hasil penelitian saya di Dayak itu, bersenggama tanpa diikat oleh perkawinan oleh sejumlah masyarakat sana sudah dianggap biasa. Malah, hal itu dianggap sebagai pembelajaran seks," katanya.

( Ant / CN16 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
24 April 2014 | 02:57 wib
Dibaca: 296
24 April 2014 | 02:42 wib
Dibaca: 278
24 April 2014 | 02:27 wib
Dibaca: 361
24 April 2014 | 02:12 wib
Dibaca: 296
24 April 2014 | 01:58 wib
Dibaca: 426
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER