
Kudus, CyberNews. Penggagalan pengangkutan rokok polos atau tanpa cukai di wilayah Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kudus, mendapat perhatian tersendiri dari petugas. Pasalnya, untuk kesekian kalinya hal tersebut memanfaatkan kendaraan umum untuk proses pengangkutannya.
Kepala KPPBC, Muhammad Purwantoro melalui Kasubsi Layanan Informasi, Zaini Rasidi mengatakan, keberhasilan operasi tersebut juga didasarkan atas kejelian aparat dalam memantau dinamika di lapangan. "Hal itu juga atas dukungan informasi dari masyarakat," paparnya.
Lebih lanjut dia menyatakan, penggunaan kendaraan umum untuk angkutan rokok ilegal bukan hanya sekali ini saja dilakukan. Beberapa bulan yang lalu, petugas juga melakukan hal serupa disertai penyitaan barang bukti. "Pelakunya mungkin mengira sudah tidak diawasi petugas," imbuhnya.
Hanya saja, kenyataannya pelanggaran seperti itu juga terus dipantau. Persoalannya, beberapa waktu yang lalu juga pernah terjadi hal serupa. "Jadi, pantauan tetap diperketat," jelasnya.
Lebih Ditingkatkan
Berdasarkan catatan Suara Merdeka CyberNews, model pengiriman rokok ilegal seperti itu memang pernah dilakukan. Modusnya, pemilik rokok membungkus barang dagangannya sedemikian rupa dan kemudian dimasukkan ke dalam bus antarkota. Bila tidak jeli, tentu hal demikian akan dapat mengelabuhi petugas.
Apalagi, cara pengemasannya pun sudah semakin canggih. Selain angkutan umum, produsen rokok ilegal juga menggunakan jasa titipan barang. Kepada pengelola jasa tersebut, biasanya mereka mengaku kiriman tersebut bukan rokok, tetapi jenis barang dagangan lainnya.
Sedangkan yang digagalkan petugas KPPBC pada pergantian tahun ini menggunakan bus malam jurusan Jakarta. Barang tersebut dinaikkan dari Robayan, Jepara menuju ke Jakarta. Akibat penindakan itu, aparat menyita rokok illegal (tanpa pita cukai) jenis sigaret kretek mesin (SKM) sebanyak 7 (tujuh) karton merk Countes, Countes Menthol dan Kanada. Total barang bukti yang diamankan petugas pada kesempatan tersebut mencapai 106.400 batang.
( Anton WH / CN27 )