
Semarang, Cybernews. Bagi Anda yang gandrung berbelanja melalui dunia maya tak ada salahnya untuk waspada. Sebab kasus penipuan dengan dalih menjual barang-barang elektornik dan ponsel melalui internet atau jejaring sosial Facebook, kembali menelan korban.
Dalam seminggu ini saja, telah terjadi dua kasus penipuan dengan modus menjual barang lewat Facebook. Kemarin, Deny Yanuar Saputro (24) warga Jalan Lemahgempal IV, Semarang, tertipu saat membeli kamera Nikon D300. Dia rugi Rp 3,5 juta.
Hari ini, Kamis (6/1), seorang gadis bernama Sentya Arum Sasmita (19), warga Jalan Gajah Timur Dalam, Pandeanlamper, melapor ke Polrestabes Semarang. Dia tertipu Rp 7 juta oleh pelaku yang mengaku bernama Arif Budiman. Kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) korban menuturkan awal mula kejadian tersebut.
Berawal saat dia membuka Facebook dan melihat ada akun yang menawarkan ponsel Blackberry dan IPhone. Karena ingin membeli secara praktis dan meyakini kalau barang yang ditawarkan harganya lebih murah dari harga pasaran, korban pun menghubungi nomor kontak yang tertera dalam akun tersebut. Nomor teleponnya 0821117555301.
Terjadi tawar menawar harga. Korban antusias karena diiming-imingi barang dengan harga lebih murah. "Dalam pembicaraan itu saya ditawari BlackBerry dengan harga Rp 2,5 juta dan IPhone seharga Rp 4,5 juta. Total Rp 7 juta untuk pembelian dua ponsel itu. Karena tertarik ingin memiliki saya akhirnya sepakat dan menyanggupi akan membayar. Pembayarannya melalui transfer rekening ATM," kata Arum.
Transfer Rekening
Pelaku memberikan dua nomor rekening, Bank BRI atas nama Arif Budiman dan BCA atas nama Fred L Manibog. Sekitar pukul 20.45, korban bergegas menuju ke ATM BRI di Jalan Gajah untuk mentransfer jumlah uang seperti yang telah disepakati yakni Rp 7 juta. Usai mentransfer, korban lantas menghubungi pelaku.
Perjanjiannya jika transfer uang sudah dikirim ke rekening pelaku, barang diakan dikirim menggunakan jasa pengiriman barang. Korban dijanjikan barang akan dipaketkan dan bisa diambil di Tiki Jalan Thamrin, Semarang. Keesokan harinya korban pergi ke tempat yang dimaksud. Namun, petugas Tiki mengatakan kalau tidak ada paket barang yang seperti yang disebutkan korban.
Bahkan nomor pengiriman paket barang yang dikatakan pelaku juga tidak ada. Korban semula masih mengira kalau paket barang terlambat datang atau akan sampai beberapa jam kemudian. Akan tetapi setelah ditunggu-tunggu sekian lama paket barang tak kunjung tiba. Begitu pula lusanya.
Ketika dihubungi nomor pelaku sudah tidak aktif. Paket yang dijanjikan tidak ada kejelasan. "Saya baru sadar kalau sudah tertipu," kata Arum.
Korban pun lantas melapor ke polisi agar kasusnya terungkap dan pelakunya ditangkap. Kasus penipuan dengan modus belanja online di internet atau Facebook ini belakangan marak. Butuh kewaspadaan dan tidak langsung percaya begitu saja dengan sistem jual beli seperti itu.
( Fahmi Z Mardizansyah / CN27 )