panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 Januari 2011 | 18:33 wib
Diterjang Lahar Dingin
Tiga Makam China Hanyut, 15 Terancam
.

Magelang, CyberNews. Teka-teki mayat yang hanyut seusai lahar Kali Putih Sabtu malam lalu akhirnya terjawab. Jenazah tersebut adalah Maryati (64) yang hanyut dari makam Tionghoa di Gambiran, Desa Gulon, Kecamatan Salam.

Warga Gang Anggrek, Sleko Baru, Muntilan tersebut meninggal dunia pada akhir Juni 2010 lalu. Sebelumnya, warga Dusun Nabin, Desa Gulon dikejutkan dengan penemuan mayat perempuan yang setengah membusuk.

Hasil identifikasi dokter RSUD Muntilan dan diperkuat keterangan keluarga korban yakni Wiyanto dan Sri Maryati diketahui bahwa jenazah tersebut adalah Maryati. "Iya itu memang tante kami yang meninggal akhir Juni lalu,” kata
Sri Maryati ditemui di kediamannya, Senin (3/1) pagi.

Menurut Sri ada tiga makam anggota keluarganya yang sudah hanyut terbawa lahar. Satu jenazah yang sudah ditemukan adalah Maryati sementara dua jasad yang belum ditemukan adalah suami-istri Cipto Handoyo.

Ditambahkan Wiyanto jenazah Maryati dikebumikan ulang di pemakaman umum Dusun Ponalan Baru, Desa Tamanagung, Muntilan. Sebenarnya setelah lahar dingin berulangkali menggerus wilayah makam Gambiran pihaknya berencana merelokasi makam keluarganya.

Namun belum sempat dilakukan tiga makam sudah terlebih dulu hanyut dibawa lahar dingin. Dua makam yang tersisa yakni atas nama Dwiyanto yang meninggal 2,5 tahun lalu dan almarhum Indarto yang meninggal 12 tahun lalu akan dikremasi di Pemakaman Tionghoa di Dusun Gremeng, Jumoyo, Rabu (5/1).

15 Makam Terancam

Semakin tergerusnya lokasi makam Tionghoa Gambiran ini membuat khawatir masyarakat keturunan yang keluarganya dimakamkan di pemakaman tua tersebut. Makam ini sebenarnya lebih dulu ada ketimbang makam China di Gremeng. Namun karena lokasinya terpencil tidak banyak masyarakat yang tahu.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian setidaknya ada 15 makam di Gambiran yang terancam longsor ke sungai. Makam tersebut diantaranya milik Khou Sui They, Tan ie Neo, Khow Kay Tiong, Kim Yong Siong, Ny Kim Yong Siong, serta makam Dwiyanto dan Indarto.

Dua makam dengan bertuliskan aksara Mandarin bahkan separuhnya sudah menggantung di sungai. Jika lahar datang makam tersebut bias longsor karena arus air tepat mengarah ke makam.

“Di dasar sungai ada dua makam besar yang tertutup pasir. Mungkin itu masih ada jenazahnya. Namun kok sampai sekarang belum ada keluarga yang mengurus,” kata Mitro Utomo, pengurus makam Gambiran.

Menurut Mitro beberapa waktu lalu pihaknya telah diminta untuk ‘mengamankan’ empat makam keluarga Tan Ping An. Keempat jenazah tersebut kini sudah dikremasi di Gremeng. Mitro mengaku pihaknya juga diminta bantuan untuk memindahkan makam keluarga besar Khouw Swie Thay ke lokasi aman. Total makam yang dipindah berjumlah delapan buah dan diperkirakan akan berlangsung hingga seminggu.

Dikatakan bahwa sebenarnya jarak makam dari bibir sungai Putih cukup jauh yakni 10 meter. Selain itu, kata dia, masih ada sawah kecil sebelum sungai namun sekarang sudah habis. “Kami sebenarnya sudah mengantisipasi dengan membangun talud namun tetap saja tak kuat diterjang lahar,” kata dia.

( MH Habib Shaleh , Tuhu Prihantoro / CN26 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
Index Berita
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 11697
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 12371
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 12169
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 14446
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 11777
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER