panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Januari 2011 | 23:28 wib
Longsor di Gunung Kidul, Satu Orang Tewas

Yogyakarta, CyberNews. Seorang warga yang bernama Gito (65) tewas tertimbun tanah akibat tanah longsor di Gunungkidul, Minggu (2/1). Bencana tanah longsor ini juga mengakibatkan empat rumah hancur dan serta sejumlah rumah warga retak-retak.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Mundon, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta.
Tanah longsor ini akibat hujan deras yang terjadi sejak pukul 14.00-15.30 WIB apalagi dusun ini merupakan kawasan  kawasan perbukitan di Desa Tancep yang berbatasan dengan Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Warga yang meninggal ini tertimbun longsor karena tidak sempat menyelamatkan diri saat bukit yang ada disamping rumahnya longsor. Sedang istri dan beberapa tetangga dekatnya berhasil selamat, namun rumahnya hancur.

"Pak Gito tewas tertimbun tanah longsor usai salat Asar," kata Kepala Dukuh Mundon, Purnomo.

Menurut Purnomo, sebelum terjadi bencana tanah longsor ini di wilayah Kecamatan Ngawen tersebut sejak pukul 14.00 terjadi hujan deras disertai petir. Warga yang tinggal di bukit Putih Dusun Mundon ini mendengar suara gemuruh dari atas perbukitan sekitar pukul 15.30 WIB.

Sebagian warga berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan Gito tidak sempat menyelamatkan diri ketika rumahnya roboh. "Korban saat ini belum berhasil dievakuasi karena hujan masih deras dan sekitar longsoran juga dipenuhi lumpur," katanya.

Purnomo mengatakan pihak Muspika Ngawen bersama aparat desa saat ini mengungsikan ratusan warga yang tinggal di perbukitan kapur itu ke balai desa, rumah warga maupun rumah kerabat yang lebih aman. Selain mengancam Dusun Mundon, longsornya Bukit Putih tersebut juga mengancam warga Cawas yang tinggal di bawah bukit tersebut.

"Ancaman longsor susulan masih mungkin terjadi kerena hujan belum reda," ujarnya.

Dia menambahkan, kini pihaknya belum bisa memperkirakan jumlah kerugian akibat tanah longsor tersebut. Sedikitnya ada empat rumah warga yang mengalami rusak berat.

Belasan rumah mengalami retak-retak dan ratusan pohon besar seperti Sengon, Jati dan Mahoni juga banyak yang roboh. "Jumlah hewan ternak seperti kambing dan sapi belum terdata, tapi berdasarkan laporan warga ada yang ikut
tertimbun," terangnya.

( dtc / CN28 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 19:02 wib
Dibaca: 336
26 Mei 2012 | 18:50 wib
Dibaca: 135
26 Mei 2012 | 18:38 wib
Dibaca: 147
26 Mei 2012 | 18:30 wib
Dibaca: 1217
26 Mei 2012 | 18:12 wib
Dibaca: 196
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER