panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
31 Desember 2010 | 09:55 wib
Rekor Muri
Riana Helmi, Dokter Termuda Berusia 19 Tahun

 

Yogyakarta, CyberNews. Fakultas Kedokteran (FK) UGM melantik 142 dokter baru periode III tahun ajaran 2010/2011 di Grha Sabha Pramana UGM. Para dokter baru yang dilantik Dekan Fakultas Kedokteran Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD tersebut terdiri dari 46 dokter laki-laki dan 96 dokter perempuan.

Dari 142 dokter baru yang dilantik itu, satu di antaranya yaitu Riana Helmi tercatat sebagai dokter termuda di Indonesia dengan usia 19 tahun 9 bulan. Riana dalam pelantikan tersebut juga mendapatkan piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri).

Riana Helmi adalah dokter kelahiran Banda Aceh, 22 Maret 1991. Pemberian piagam penghargaan Muri diserahkan oleh Sri Widayanti (Wida) mewakili Ketua Muri Jaya Suprana kepada Dekan Fakultas Kedokteran Prof Ali Ghufron sebelum diserahkan kepada Riana Helmi.

Menurut Wida, sebelum tercatat menjadi dokter termuda, Riana Helmi pernah mendapatkan piagam penghargaan sebagai Sarjana Kedokteran termuda di usia 17 tahun 9 bulan. Selain penghargaan itu, Fakultas Kedokteran UGM juga pernah mendapat piagam penghargaan dari Muri, seperti pita terpanjang 500 m dalam peringatan hari AIDS, ''download'' jurnal kesehatan terbanyak, serta sikat gigi massal terbanyak.

''Jadi pada kesempatan ini, Riana Helmi setelah menjadi Sarjana Kedokteran termuda akhirnya terpilih kembali menjadi dokter termuda sehingga mendapatkan piagam penghargaan dari MURI,'' kata Wida.

Sementara itu Dekan Fakultas Kedokteran UGM Prof Ali Ghufron mengatakan, meskipun terpilih sebagai dokter termuda, Riana Helmi tetap diyakini mampu dan telah matang baik secara psikologis maupun sosial. ''Meskipun pernah sebagai sarjana kedokteran termuda hingga dokter termuda, kami yakin Riana tetap sudah matang baik sosial dan psikologis sehingga tidak ada kesulitan ketika terjun di lapangan,'' katanya.

Di hadapan dokter baru itu, dia juga berharap agar mereka bisa secara serius melaksanakan program internsip. Internsip adalah  proses pemagangan selama 1 tahun di Puskesmas maupun rumah sakit tipe C dan D yang bertujuan untuk menyelaraskan antara hasil pendidikan dan praktek di lapangan.

Di tempat yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY Dr Bambang Suryono Suwondo SpAnKICKNA, berharap agar para dokter baru nantinya juga bisa mengembangkan terapi herbal sebagaimana telah diatur dalam Permenkes 1109/2007.

Sementara itu, lulusan terbaik diraih Agus Simahendra dengan nilai IPK 3,97. Sedangkan dokter lulusan tertua pada pelantikan kali ini, atas nama Noor Hanani Binti Mohd Hilmin dengan usia 25 tahun 10 bulan.

( Bambang Unjianto / CN16 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 34432
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 35698
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 35969
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 40048
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 35116
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER