
Los Angeles, CyberNews. Kabar terbaru, Michael Jackson (MJ) diduga bunuh diri dengan meminum Propofol, dosis anestesi yang mematikan. Pernyataan ini dikeluarkan David Walgren, Wakil Jaksa Los Angeles County yang menuduh Dr Conrad Murray sengaja membunuh MJ dan berencana menggunakan teori tersebut sebagai bagian utama dari pembelaannya.
"Saya pikir itu pembelaannya (Murray, red), agar kita berasumsi bahwa MJ memang bunuh diri," ungkap Walgren.
Walgren datang ke persidangan kemarin, Rabu (29/12) dan sempat terlibat bentrok dengan Dr Murray tentang siapa yang harus menguji residu dari dua jarum suntik yang ditemukan di kamar tidur MJ.
Pengacara Murray, J. Michael Flanagan mengatakan sejumlah besar Propofol anestesi ditemukan dalam tubuh MJ, namun kliennya mengatakan hanya memberinya sebanyak 25 miligram saja.
Sebelumnya dijelaskan Murray, MJ terbangun dari tidurnya dan selang dua menit ia mengaku keluar dari kamar MJ setelah memberikan obat yang mematikan itu.
Pemeriksaan mendalam atas kasus ini akan dimulai Selasa depan (4/1). Dan hakim ketua, Michael Pastor akan segera memutuskan apakah Dr Murray terbukti bersalah atau tidak atas kematian sang raja pop itu di bulan Juni 2009 lalu.
Sebanyak 30 saksi termasuk ahli jantung Amerika diharapkan juga hadir di persidangan yang akan digelar dua minggu lagi untuk memberikan kesaksiannya.
Melalui sumber yang dilansir CyberNews dari dailymail, Propofol disuntikkan lewat selang infus ke tubuh MJ, dan diduga MJ menjatuhkan botol infus itu ke lantai. Saat Dr Murray kembali ke ruangan, tindakan CPR (pernapasan buatan) segera dilakukan namun gagal.
Hasil otopsi menunjukkan MJ terkena serangan jantung akibat over dosis Propofol, yaitu obat yang membantu Jackson mengatasi insomia kronisnya.
Flanagan mengatakan, jarum suntik ditemukan di lantai kamar tidur di samping tas obat intravena. Namun sidik jari yang ada pada jarum suntik yang patah tersebut belum teridentifikasi hingga saat ini.
( Maya / CN19 )