
Moskow, CyberNews. Majelis Rendah Parlemen Rusia, Duma memberikan persetujuan awal untuk perjanjian senjata nuklir dengan Amerika Serikat, Strategic Arms Reduction Treaty atau Start.
Perjanjian yang bertujuan mengurangi arsenal nuklir di kedua negara dan mengizinkan pemeriksaan diratifikasi Senat Amerika hari Rabu. Duma diharapkan akan menyetujui secara penuh perjanjian itu namun para pejabat memutuskan masih diperlukan dua sidang lagi. Menurut kantor berita AP, Duma akan mulai lagi bersidang membahas start 11 Januari mendatang.
Kepala Komite Luar Negeri Duma Konstantin Kosachev dikutip AP mengatakan ratifikasi penuh atas Start paling awal dicapai bulan depan. Perjanjian ini juga harus diratifikasi oleh Majelis Tinggi Parlemen Rusia yakni Dewan Federasi.
Pengurangan nuklir
Sebelum anggota Duma memberikan suara 350 setuju melawan 38 suara, kekhawatiran yang terungkap di Parlemen Rusia adalah mengenai dua amandemen tidak mengikat yang dibuat Senat Amerika sebelum ratifikasi.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, amandemen itu untuk tidak mengikutkan sistem persenjataan non nuklir di masa depan, tidak bisa diterima. Sebelumnya, Presiden Rusia Dmitry Medvedev memuji Presiden Barack Obama karena mendorong perjanjian ini disahkan Senat.
Saat Obama dan Medvedev menanatangani perjanjian ini di Praha bulan April, mereka sepakat untuk melakukan ratifikasi secara simultan.
Perjanjian Start ini akan membatasi arsenal nuklir strategis setiap negara dari 2.200 sekarang menjadi maksimal 1.550.
( BBC / CN13 )