panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
22 Desember 2010 | 07:45 wib
Bagi Hasil Cukai 2011
Penguatan Industri Rokok, Prioritaskan Pekerja
.

Kudus, CyberNews. Penggunaan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT)  diharapkan dapat lebih diprioritaskan untuk penguatan industri rokok dan  pekerja. Pasalnya, kedua komponen tersebut dianggap sebagai penentu seberapa  besar alokasi yang diberikan pusat ke daerah, terkait bagi hasil cukai.

Koordinator Front Perjuangan Rakyat Miskin (FPRM), Kholid Mawardi, mengemukakan hal itu, Rabu (22/12). Ditambahkannya, sebenarnya penggunaan dana tersebut sudah diberi batasan berupa peraturan menteri keuangan (PMK). PMK yang telah  dikeluarkan dalam beberapa tahun misalnya PMK Nomor 84/PMK07/2008, dan PMK nomor 20/PMK.07/2009.

"Ketentuannya sudah jelas," katanya.

Bila dijabarkan, penggunaan DBHCHT diantaranya untuk peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan cukai dan pemberantasan barang kena cukai ilegal. "Penguatan industri rokok dan pekerja jelas tercantum di dalamnya," ungkapnya.

Ditambahkannya, bila mendasarkan pada ketentuan tersebut tentunya alokasi untuk dua sektor tersebut diharapkan dapat diprioritaskan. Pasalnya, selain program yang dianggapnya telah sesuai ketentuan, ada pula yang masih menyisakan tanda  tanya besar terkait hal itu.

Salah satunya, pembelian mobil opeasional ber-cc besar oleh Pol PP pada tahun 2009. Diakuinya, pemberantasan rokok ilegal memang menjadi salah satu hal yang diamanatkan pada PMK tersebut, hanya saja bila dilihat dari kewenangan institusi tersebut tentu tidak perlu mengumbar uang hingga miliaran rupiah untuk alokasi tersebut.

"Institusi tersebut tidak mempunyai kewenangan untuk menyita, jadi tidak perlu membeli mobil besar dan mahal. Apapun alasannya, hal tersebut kami anggap tidak pantas," tandasnya.

Antisipasi Jatuhnya Industri

Menurutnya, akan lebih baik bila alokasi ke depan menghindarkan belanja barang seperti itu. Menurutnya, penguatan pekerja seperti pemberian ketrampilan tambahan untuk mengantisipsi kemungkinan industri rokok ''jatuh'' atau penguatan  industri sektor tersebut, tentu akan lebih bermanfaat. Apalagi, saat ini industri rokok banyak mendapat tekanan baik dari dalam maupun luar negeri.

Terpisah, Bupati Kudus, H Musthofa menyatakan penggunaan cukai tahun 2011 memang akan diprioritaskan untuk penguatan industri rokok dan pekerjanya. lebih lanjut dia menegaskan semua penggunaan dana cukai tetap didasarkan pada regulasi yang ada dan pengembangannya.

"Kami tetap mendasarkan pada ketentuan yang ada," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada tahun  2011 Kota Keretek kembali menerima dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) dari pemerintah pusat. Nominal yang diterima berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah nomor 155 Tahun 2010  tanggal 14 Desember lalu, sebesar Rp 50,3 miliar. Sedangkan yang diterima tahun 2010 sebesar Rp 48,9 miliar. Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah nomor 150 Tahun 2010 tanggal 29 September 2010, Kudus menerima tambahan sebesar Rp 4,3 miliar.

( Anton WH / CN27 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga



Panel menu
Berita Terbaru
Index Berita
23 Juli 2014 | 02:43 wib
Dibaca: 45
23 Juli 2014 | 02:27 wib
Dibaca: 150
23 Juli 2014 | 02:12 wib
Dibaca: 111
23 Juli 2014 | 01:58 wib
Dibaca: 106
image
23 Juli 2014 | 01:38 wib
Dibaca: 137
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER