panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
19 Desember 2010 | 11:37 wib
Operasi Pasar Berhasil Tekan Harga

Yogyakarta, CyberNews. Kebijakan Operasi Pasar (OP) oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Bulog serta pedagang beras dinilai berhasil menekan harga kebutuhan pokok. Meski terjadi kenaikan harga, hal ini relatif kecil.

Demikian diungkapkan Pemimpin Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Dewi Setyowati dalam rilis yang diterima Suara Merdeka baru-baru ini, terkait inflasi di DIY. Ia mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat tekanan inflasi di DIY pada bulan Desember 2010 masih normal.

“Operasi Pasar baik khusus maupun murni yang dilakukan Pemda DIY dan Bulog serta pedagang beras memberi pengaruh besar terhadap penekanan harga di pasaran yang mulai ada kenaikan. Sehingga tekanan inflasi masih terjaga normal,” ujarnya.

Mantan Pemimpin BI Solo ini mengemukakan, kebijakan OP merupakan salah satu faktor yang berhasil mempengaruhi pergerakan harga agak tertahan selain juga faktor lain. OP Khusus sendiri merupakan kebijakan pemerintah yang menyalurkan beras raskin ke 13 kepada 201.628 Rumah Tangga Sasaran sebanyak 3.024 ton yang diharapkan dapat mengurangi tekanan permintaan dan harga di pasar.

Sedangkan OP Murni merupakan kebijakan yang dilakukan Pemda DIY bekerja sama dengan Bulog dan juga pedagang beras mulai tanggal 13 Desember lalu sampai dengan jangka waktu yang tidak terbatas melakukan OPr beras kelas medium dengan harga maksimal Rp 6100 per kg. Hal ini didukung pula oleh ketersediaan stok Bulog yang memadai dan adanya panen raya di beberapa daerah di DIY, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Purwodadi.

“Sementara untuk faktor lain yang mendukung penekanan harga ini antara lain konsumsi masyarakat yang masih relatif rendah, pasokan dan stok hampir sebagian besar komoditas mencukupi kecuali pada beberapa komoditas bumbu-bumbuan, dan nilai tukar rupiah yang cenderung menguat serta kegiatan pro aktif pemerintah daerah, Bank Indonesia, kepolisian dan anggota TPID untuk mengawal perkembangan harga-harga komoditas pokok,” jelasnya.

( Asef Amani / CN16 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 19:02 wib
Dibaca: 287
26 Mei 2012 | 18:50 wib
Dibaca: 126
26 Mei 2012 | 18:38 wib
Dibaca: 140
26 Mei 2012 | 18:30 wib
Dibaca: 1100
26 Mei 2012 | 18:12 wib
Dibaca: 185
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER