
Meksiko City, CyberNews. Sedikitnya 141 nara pidana (napi) di penjara Nuevo Laredo, Meksiko, berhasil meloloskan diri, Jumat (17/12). Kaburnya ratusan napi di penjara yang terletak di perbatasan Amerika Serikat (AS) itu, membuat aparat di kawasan tersebut semakin meningkatkan tanda bahaya terkait tindak kekerasan dan peredaran obat terlarang.
Sekretaris Keamanan Umum negara bagian Tamaulipas, Antonio Garza mengatakan, diperkiraan sebelumnya ada 159 napi yang kabur, seperti yang diberikan oleh seorang pejabat penjara kepada AFP. Laporan-laporan media bahkan mewartakan sebanyak 190 tahanan yang melarikan diri.
"Setelah dilakukan pendataan, napi yang kabur ada 141 orang. Penyelidikan awal menunjukkan para narapidana keluar melalui pintu masuk layanan untuk kendaraan dan jelas dibantu oleh staf penjara, tidak ada keraguan tentang itu," katanya.
Bahkan, lanjut dia, sipir penjara juga terdaftar hilang setelah pembobolan itu, katanya, tanpa menambahkan rincian lebih lanjut. Garza menjelaskan, pelarian besar-besaran dari Pusat Hukuman Nuevo Laredo's itu kabur tanpa diketahui sampai penghitungan kepala rutin pada Kamis malam.
Mereka melarikan diri dari fasilitas di kota timur laut Meksiko yang terletak tepat di seberang sungai Rio Grande dari kota Laredo di negara bagian AS Texas. Ini adalah salah satu pelarian napi yang terbesar di Meksiko dalam beberapa tahun terakhir.
Kasus pelarian besar terakhir terjadi pada 10 September di Reynosa, ketika 85 narapidana melarikan diri. Maret lalu, ada 41 tahanan melarikan diri di Matamoros, kota kedua di perbatasan AS. Antara Januari-September, lebih dari 340 tahanan juga melarikan diri dari penjara di negara bagian Tamaulipas, tempat Nuevo Laredo terletak, menurut petugas keamanan umum.
( Ant / CN27 )