
Sragen, CyberNews. Anggaran bantuan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) Kabupaten Sragen meningkat drastis. Jika pada tahun 2010 ini hanya sekitar Rp 200 juta, maka untuk 2011 ditingkatkan menjadi Rp 500 juta.
Hal itu diungkapkan Kabid Pemerintahan dan Sosial Budaya Bappeda Sragen Hanung Paryono, kepada wartawan, Senin (13/12). Menurut dia, peningkatan anggaran terjadi karena permintaan masyarakat atas dana jamkesmas juga meningkat.
"Memang ada peningkatan karena permintaan masyarakat juga banyak," kata Hanung.
Kendati demikian, pihaknya tidak menyebut secara detil berapa jumlah peningkatannya. Bappeda hanya mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) 2008 bahwa masyarakat yang mendapat dana jamkesmas sebanyak 178.671 jiwa. Data itu juga berlaku hingga 2009, 2010 dan 2011.
Dia menyebut, 296.167 jiwa sudah masuk database yang harus mendapat bantuan jamkesmas pada 2011. Padahal, jika mengacu pada data BPS, kuota yang berhak menerima bantuan itu sebanyak 178.671 jiwa. Artinya, masih ada sisa masyarakat yang tak bakal mendapat kucuran dana, yakni 117.496 jiwa. Meski begitu, pihaknya tetap mengupayakan bagaimana caranya sisa kuota itu mendapat jatah.
Menurut Hanung, pihaknya akan melakukan pendataan ulang hingga Desember 2010 dengan melibatkan Bidan Desa, Koordinator Statistik Kecamatan (KSK), kepala desa hingga tingkatan RT. Tujuannya, diharapkan jika terdapat masyarakat yang belum terdaftar akan dimasukkan dalam data jamkesmas.
"Tapi, kami tetap memprioritaskan sisa kuota yang ada (117.496)," imbuhnya.
Dia menambahkan, pada 15 Desember 2010 ini, data pengajuan dari Kecamatan harus sudah masuk ke Bappeda. Menurut dia, hingga saat ini berkas untuk pengajuan Jamkesmas belum dikirimkan, dan masih berada di kecamatan masing-masing daerah.
( Arif M Iqbal / CN27 )