
Magelang, CyberNews. Polres Magelang memenuhi janjinya untuk menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap Tutik Widayati (38) di lokasi pembunuhan di Dusun Ponalan Baru, Desa Tamanangung, Kecamatan Muntilan.
Rekonstruksi awalnya dijadwalkan pukul 14.00 WIB beberapa waktu lalu namun mundur satu jam. Begitu polisi tiba bersama tersangka Widi Widayat (55) ratusan warga sekitar kontrakan milik Suhadi tersebut langsung berdatangan.
Warga yang emosi mengeluarkan sumpah serapah untuk mengutuk tindakan keji sopir bus malam tersebut. Namun aksi ini tidak berlanjut karena petugas langsung membawa korban ke dalam rumah. Selama proses rekonstruksi berlangsung warga tetap menunggu di luar rumah.
Hujan deras yang mengguyur Magelang sejak Senin (6/12) siang kemarin bahkan tidak menyurutkan animo masyarakat untuk menonton. Mereka menggunakan payung dan mantel. Ada sejumlah warga yang nekad tanpa payung hujan-hujan demi melihat
sosok Dayat.
Usai proses rekonstruksi, tersangka Dayat dikawal sejumlah petugas Polres Magelang menuju ke dalam mobil. Petugas membentuk pagar betis untuk mengamankan tersangka dari amukan warga. Nyaris saja Dayat babak belur kalau saja polisi tidak mengamankan sejumlah anggota keluarga korban Tutik yang lepas kendali.
Adik korban, Fanani, 25, dan paman korban, Nasrudin, 56, berusaha menerobos pagar betis polisi untuk memukuli tersangka. Kedua warga Dusun Karang Suwung, Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun ini bahkan sampai kesurupan karena saking emosinya.
Keduanya bahkan harus ‘dikeroyok’ sejumlah anggota Polres Magelang. Ratusan warga yang menonton berteriak-teriak mengecam Dayat. Sementara anak kedua korban Ina Riani (17), menangis histeris di teras rumah. Suasana rekonstruksi sangat mencekam.
( MH Habib Shaleh / CN13 )