
Sukoharjo, CyberNews. Akhir tahun ini, anggaran Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di RSUD Sukoharjo diperkirakan habis. Hingga dua pekan ke depan, anggaran yang tersedia Rp 100 juta akan habis untuk melayani warga miskin (Gakin).
Anggaran tersebut merupakan sisa anggaran yang dialokasi APBD-Perubahan 2010 Rp 700 juta untuk bulan Oktober, November, dan Desember.
"Kira-kira dananya tersisa Rp 100 juta. Pekan kedua di bulan ini sudah akan terserap semuanya. Artinya dua pekan lagi, mungkin layanan Jamkesda sudah tidak bisa diakses lagi karena dananya sudah habis," Plt Direktur RSUD Sukoharjo saat ditemui wartawan, kemarin (6/12).
Gunadi merinci, anggaran Jamkesda Rp 700 juta sudah terserap sejak Oktober lalu. Untuk Penggunaan pada Oktober saja mencapai Rp 235 juta. Adapun penyerapan di bulan November sekitar Rp 400 juta.
Sebelumnya, dalam penetapan APBD 2010 di awal tahun, RSUD mendapatkan jatah anggaran Jamkesda Rp 1,2 miliar yang hanya mampu digunakan sampai Juli. Otomatis, sekitar Agustus-September, atau sebelum usulan tambahan Jamkesda pada APBD-P diajukan, RSUD tidak bisa memberikan pelayanan Jamkesda bagi rakyat miskin di Sukoharjo.
Dana Jamkesda dipakai untuk membeli obat serta membayar jasa pelayanan rumah sakit. "Jika anggaran itu habis sebelum akhir tahun, maka RSUD dua kali mengalami kehabisan dana Jamkesda sebelum penutupan anggaran," katanya.
Meski demikian, RSUD tetap menerima dan memberikan pelayanan kepada pasien miskin. Gakin yang berobat ke RSUD akan mendapatkan keringakanan antara lain berupa penggratisan biaya pemondokan dan makan. Sedangkan untuk jasa pelayanan dan obat, pasien tetap wajib membayar.
( Budi Sarmun S / CN16 )