
Bandung, CyberNews. Ancaman tanah longsor diminta tetap diwaspadai masyarakat, terutama di perbukitan di tengah intensitas curah hujan yang cukup tinggi di pengujung tahun untuk cakupan Pulau Jawa.
Kasubid Gerakan Tanah PVMBG, Wawan Irawan hari ini mengatakan, tanah longsor kerap diawali gejala awal. Gejala ini yang diharapkan bisa dikenali masyarakat. "Yang relatif paling mudah, tanah retak-retak," tandasnya.
Di luar itu, masyarakat juga dapat memperhatikan drainase di lingkungan sekitarnya. Disarankan, mereka dapat mencegah aliran air permukaan menyelusup melalui celah tanah. Proses itu akan memudahkan terjadinya tanah longsor.
Terkait ancaman tersebut, PVMBG telah mengirimkan peringatan dini. Pemda yang mendapat pemberitahuan itu diminta melakukan sosialisasi secara berlanjut sebagai bagian antisipasi dari kejadian tak diinginkan. "Kalau gunung api, titiknya jelas, potensi ancamannya lebih bisa dipetakan. Khusus longsor, titik-titik ancamannya dapat menyebar sepanjang masuk ke dalam zona yang ditetapkan memiliki kerawanan," jelasnya.
Ditambahkan, berdasarkan statistik, periode yang dianggap genting kejadian tanah longsor antara November-Maret. Patokannya adalah turunnya musim penghujan. Khusus 2010, hujan turun sepanjang tahun di luar kemungkinan terjadinya perubahan lingkungan akibat alih fungsi lahan.
( Setiady Dwi / CN14 )