
Pati, CyberNews. Rencana pembagian daging kerbau menyambut sedekah bumi di Desa Bodeh, Kecamatan Pucakwangi, Pati berujung petaka. Seorang warga setempat, Usman (28) mengalami luka serius ketika turut berusaha menangkap kerbau yang lepas sebelum disembelih, Jumat (26/11).
Kerbau berukuran besar itu, lepas saat hendak dibawa ke tempat pemotongan yang tidak jauh dari kediaman Kades Bodeh Zamroni SAg. Puluhan warga memburu kerbau yang lari kencang. Namun nahas bagi Usman. Dia yang berhasil meraih tali kendali kerbau justru diseruduk hewan tersebut.
Usman dilarikan ke RSUD RAA Soewondo Pati setelah Puskesmas Rawat Inap Pucakwangi tidak sanggup menangani luka korban yang cukup serius. Untuk menangani luka di bagian dada dan kemaluan, dokter jaga di UGD RSD memberikan 20 jahitan.
Tetangga korban, Ahmad mengatakan, kerbau yang terlepas sekitar pukul 13.00 WIB berhasil ditangkap empat jam kemudian setelah mendapat tiga tembakan dari anggota Polsek Pucakwangi di bagian kepala. Anggota polisi itu dilibatkan lantaran pengejaran yang dilakukan warga justru membuat kerbau semakin beringas.
"Sudah ditangkap di Desa Jetak. Setelah ditembak polisi tiga kali, kerbaunya lemas dan bisa ditangkap," ujarnya.
Kejadian tersebut sempat menggegerkan warga Bodeh dan sekitarnya. Sebab, korban yang hendak ditangkap beramai-ramai justru terus berlari kencang sejauh lebih dari lima kilometer sebelum akhirnya tertangkap.
Kerbau ditangkap di Desa Jetak, Kecamatan Pucakwangi yang berada di sebelah timur Bodeh. Sebelumnya, hewan tersebut melintasi Dukuh Julu, Desa Tlogorejo, Kecamatan Winong yang letaknya berada tepat di barat laut Bodeh.
Kendati terjadi insiden, kerbau tetap dipotong dan dagingnya dibagikan kepada warga. Aksi sosial oleh kades itu, selama ini menjadi tradisi yang terus dilestarikan setiap menjelang Sedekah Bumi.
( Moch Noor Efendi / CN13 )