
Singapura, CyberNews. Harga minyak melebihi 82 dolar di perdagangan Asia, Senin (22/11). Hal itu dipicu melejitnya nilai euro setelah persetujuan "bailout" (dana talangan) besar-besaran untuk Irlandia yang kekurangan finansial.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Januari, naik 53 sen menjadi 82,51 dolar per barel. Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Januari naik 53 sen menjadi 84,87 dolar.
Harga minyak mengikuti euro karena Uni Eropa (UE) dan Dana Moneter Internasional (IMF), Minggu, setuju menyelamatkan Irlandia yang dilanda utang dengan dana 80-90 miliar euro.
Mata uang AS yang lebih lemah membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dolar lebih murah, merangsang permintaan dan mengarahkan harga minyak naik.
"Uni Eropa dan IMF telah sepakat untuk rencana bailout bagi Irlandia dan yang telah memperkuat euro dan sebagai hasil akhir, mendorong harga minyak," kata Victor Shum, kepala senior konsultan energi Purvin and Gertz di Singapura.
Bailout bertujuan untuk membersihkan sektor perbankan Irlandia yang hancur dan "menjamin" melindungi ekonomi Eropa yang lebih luas, kata menteri keuangan Uni Eropa.
Bailout itu datang beberapa bulan setelah paket penyelamatan Uni Eropa-IMF 110-miliar euro untuk Yunani. Pada awal perdagangan Asia, euro dibeli 1,3755 dolar AS, naik dari 1,3673 dolar di New York, akhir Jumat.
( Ant / CN16 )