panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 November 2010 | 21:48 wib
Kartu ATM Tertelan, Rp 21 Juta Raib

Semarang, CyberNews. Setelah cukup lama tidak terdengar aksinya, kasus pembobolan tabungan dengan modus memasang nomor call center di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) palsu, kembali terjadi, Minggu (21/11). Leli K (32), warga Jalan Kelinci, Pandean Lamper, Gayamsari harus merelakan uang dari hasil keringatnya sebesar Rp 21 juta berpindah rekening. Korban yang setelah menyadari hal itu, langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolrestabes Semarang.

Kepada petugas, Leli mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban hendak mengambil uang melalui mesin ATM Bank Mandiri di SPBU di Jalan Dr Cipto, Minggu (21/11) sekitar pukul 08.00 WIB. Begitu memasukkan kartu ke mesin ATM, ternyata mesin itu macet. Kartu ATM itu tertelan di dalam mesin tersebut. "Saya belum sempat memasukkan nomor PIN, tapi kartu ATM sudah tertelan di dalamnya. Di layar monitor itu juga tidak muncul pemberitahuan," ujar Leli.

Dia pun seketika menjadi panik. Korban berusaha memencet tombol cancel, tetapi kartu tetap tidak keluar. Korban pun mencoba menghubungi call center resmi dari Bank Mandiri, tetapi sedang terdengar nada sibuk. Beberapa kali mencoba, call center masih belum bisa dihubungi. Di tengah-tengah kepanikan korban, tiba-tiba masuk seorang pria tidak kenal. Pria yang ikut antre itu menyarankan supaya korban menghubungi nomor call center yang tertempel di mesin ATM.

Padahal, nomor itu bukanlah nomor 'call center' Mandiri, melainkan milik salah satu kawanan pelaku. Korban yang panik menuruti permintaan orang yang antre di belakangnya. Tanpa menaruh kecurigaan korban percaya begitu saja. Apalagi di stiker tersebut juga mencantumkan logo Mandiri. Leli pun langsung menghubungi nomor tersebut melalui ponselnya. Dari seberang dijawab seorang pria yang tidak menyebutkan identitasnya, mengaku sebagai karyawan Bank Mandiri bagian 'call center'. Padahal dia adalah salah satu anggota sindikat pembobolan ATM dengan modus nomor 'call center' palsu.

Petugas bank gadungan itu memberikan petunjuk tentang cara memblokir tabungan. Namun tanpa sadar, korban sebenarnya dipandu untuk menyebutkan nomor PIN dan menekan nomor-nomor tertentu yang justru mentransfer uangnya ke beberapa rekening. Karyawan gadungan itu mengatakan kalau tabungan sudah diblokir dan korban bisa menemuinya di Bank Mandiri Cabang Krapyak.

Setelah sampai di Krapyak, ternyata bank tersebut tutup. Korban menghubungi 'call center' Mandiri dan masuk, oleh petugas di jawab tidak ada karyawan yang dimaksud dan nomor call center yang disebutkan bukan nomor resmi dari Mandiri. Korban lantas meminta informasi saldo tabungannya, oleh petugas call center dijelaskan, bahwa telah terjadi transfer ke sejumlah nomor rekening lain senilai Rp 21 juta.

"Padahal saya tidak pernah mengambil uang sebanyak itu di ATM. Saat saya kembali ke mesin ATM Mandiri tersebut, ternyata stiker nomor 'call center' yang saya hubungi sudah hilang seperti bekas di lepas," kata korban. Sadar telah menjadi korban penipuan, Leli kemudian melaporkan kasus tersebut ke SPK Mapolrestabes Semarang. Kasus itu kini dalam penanganan Satreskrim Polrestabes Semarang.

( Rosyid Ridho / CN28 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 19:02 wib
Dibaca: 9
26 Mei 2012 | 18:38 wib
Dibaca: 72
26 Mei 2012 | 18:30 wib
Dibaca: 770
26 Mei 2012 | 18:12 wib
Dibaca: 157
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER