
Semarang, CyberNews. Meskipun pemerintah sudah mengumumkan pelaksanaan Idul Adha 1431 H akan jatuh pada Rabu (17/11) mendatang, tetapi warga Muhammadiyah dipastikan merayakannya berbeda, yakni Selasa (16/11). Sehingga di hari yang sama pula, mereka akan menyelenggarakan shalat Idul Adha di sejumlah lokasi Kota Semarang.
Keputusan itu berdasarkan Maklumat Pengurus Pusat Muhammadiyah dengan mendasarkan pada metode hisab. Hisab merupakan perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriah.
Metode ini berbeda dengan rukyah yang harus melakukan aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi).
Plh Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Drs H Nurbini, MSI menerangkan, pihaknya memang mendasarkan seluruh penetapan kalender Hijriah termasuk penetapan seluruh hari besar Islam melalui hisab hakiki wujudul hilal. Berdasar perhitungan pihaknya, 1 Dzulhijah jatuh hari ini, Minggu (7/11). "Sehingga, bulan Dzulqa'dah hanya 29 hari. Sebab, hari Sabtu (6/11), matahari sudah tenggelam di atas ufuk, meski tidak tepat 1 derajat," ujarnya, Minggu (14/11).
Nurbini menambahkan, mengenai perbedaan keyakinan itu, pihaknya menginstruksikan kepada seluruh warga Muhammadiyah supaya bertakbir dengan volume soundsystem yang tak terlalu keras. Sementara penyembelihan hewan kurban akan dilakukan keesokan harinya, meskipun beberapa bantuan hewan kurban dalam keadaan masih hidup sudah diserahkan kepada panti-panti asuhan atau yayasan sosial. "Hal ini dilakukan untuk menghormati keputusan pemerintah yang berhari kurban keesokan harinya," tuturnya.
Sementara itu, Plh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Drs H Anasom MHum mengatakan, bahwa sah-sah saja beberapa kelompok Muslim, merayakan Idul Adha berbeda dengan pemerintah. "Yang penting, mereka punya dasar yang kuat dan tidak ngawur," katanya.
Meski demikian, seharusnya kelompok yang berbeda, harus tetap mengutamakan toleransi. Untuk menghormati Muslim lain yang belum berlebaran, pelaksanaan shalat Id jangan terlalu dibesar-besarkan. Sebisa mungkin, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban disamakan dengan umat Islam lain, karena masih ada 3 hari Tasyrik. "Kita memang tak bisa mempermasalahkan perbedaan kelompok lain karena sudah jadi pemahaman dan keputusan bersama dalam kelompoknya," ungkapnya.
( Hadziq Jauhary / CN28 )