
Blitar, CyberNews. Hanya gara-gara ingin mendapat jimat ampuh, makam seorang anggota kepolisian, Briptu Isdiyanto, di Taman Pemakaman Umum Kelurahan Kauman, Kota Blitar, dibongkar pencuri.
Diduga, pelaku mempunyai keyakinan bahwa kain kafan Briptu Isdiyanto yang meninggal pada hari Selasa Kliwon sangat ampuh jika digunakan sebagai jimat. Beruntung, aksi pencurian kain kafan tersebut dipergoki anggota keluarga Briptu Isdiyanto yang memang rutin berjaga di pemakaman.
Salah satu adik Briptu Isdiyanto, Roni, pencuri sudah berhasil menggali makam kakaknya sedalam 50 sentimeter. Sayangnya, maling nyeleneh tersebut berhasil kabur ketika dipergoki.
Dikatakan, sejak awal, keluarganya telah mengantisipasi mitos jenazah yang meninggal pada hari Selasa Kliwon yang kain kafannya bisa digunakan untuk jimat. Oleh karena itu, sejak jenazah dimakamkan, secara bergiliran anggota keluarga Briptu Isdiyanto berjaga di pemakaman.
"Makam kakak saya ditunggui tujuh hari tujuh malam nonstop, dan dilanjutkan selama 41 hari dijaga pada malam hari. Namun, di hari ke-36 ternyata ada pencuri yang berusaha mengambil kain kafan pembungkus jenazah setelah penunggu datang terlambat," kata Roni.
Juru kunci makam TPU Kelurahan Kauman, Warni, mengatakan, aksi pencurian kain kafan jenazah yang meninggal pada hari Selasa Kliwon baru pertama kali terjadi di areal pemakaman tersebut. Ditambahkan, biasanya kain kafan itu digunakan pencuri untuk melakukan ritual mendapatkan jimat.
"Biasanya jimat tersebut digunakan untuk mendukung aksi kejahatannya seperti mencuri, merampok dan sebagainya. Tapi, apakah itu benar atau tidak kami belum pernah mengetahui,” tutur Warni.
( KCM / CN26 )