
Jakarta, CyberNews. Pemerintah masih memiliki peluang untuk menerbitkan obligasi negara berdenominasi Yen, Samurai Bond pada tahun-tahun mendatang. Meskipun, fasilitas penjaminan penerbitan Samurai Bond dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sudah tidak ada.
Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto mengatakan skema penerbitan Samurai Bond yang lama hanya dilakukan saat kondisi krisis. "Kalau saat ini anytime, bahkan tidak hanya diterbitkan pemerintah, bisa juga BUMN. Kalau mau menerbitkan Samurai Bond bisa mendapatkan fasilitas penjaminan dari JBIC," kata Rahmat di Jakarta, Selasa (9/11).
Sebagaimana diketahui, penerbitan Samurai Bond di Jepang merupakan salah satu fasilitas pinjaman siaga (draw down option) dari JBIC sebesar 1,5 miliar dolar AS. Bentuk pinjaman siaga berupa penjaminan penerbitan Samurai Bond di pasar Jepang dengan jumlah tersebut. Pada 2009, pemerintah telah menerbitkan Samurai Bond di Jepang sebesar 350 juta dolar AS. Sisanya, sebesar 1,15 miliar dolar AS akan diterbitkan tahun 2010.
Menurutnya, jika pemerintah Indonesia sudah mendapatkan rating utang investment grade maka penerbitan Samurai Bond tidak memerlukan jaminan. "Lembaga rating di kan ada dua yang satu sudah kasih investment grade, yang satu dalam proses sebentar lagi," tambah Rahmat.
Namun, Rahmat tidak bisa memastikan kapan waktu penerbitan Samurai Bond di tahun depan. Dia hanya menegaskan penerbitan Samurai Bond berpeluang terjadi tahun depan. Hal ini didasari pertimbangan penerbitan tersebut akan diikuti penerbitan reguler lainnya di tahun-tahun mendatang.
Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga tengah mengkaji penerbitan obligasi berdenominasi euro, atau Global Bond maupun global sukuk (obligasi syariah). "Kita akan kaji semuanya tapi belum ada hasilnya," cetus Rahmat.
( Kartika Runiasari / CN14 )