
Jakarta, CyberNews. Para wartawan yang biasa meliput di Istana Kepresidenan kini harus "mengungsi" atau dipindahkan terkait kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Selasa (9/11).
Para wartawan, yang biasa menghuni ruangan di dalam kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kini dipindahkan ke ruang serba guna Sekretariat Negara yang berada di luar kompleks Istana Kepresidenan. Mereka tidak boleh lagi memasuki ruangan media di dalam kompleks Istana Kepresidenan karena langsung dihadang oleh Pasukan Pengamanan Kepresidenan.
Mereka langsung "dibelokkan" ke arah ruang serba guna Gedung Sekretaris Negara yang telah disulap menjadi ruang kerja yang nyaman bagi wartawan. Tersedia beberapa set komputer dan jaringan internet nirkabel, serta makanan dan minuman.
Selain itu, ruang serba guna cukup luas itu disekat untuk ruang kerja bagi wartawan Indonesia di bagian kiri serta untuk wartawan Amerika Serikat rombongan Presiden Obama di bagian kanan. Pemeriksaan ketat juga dilakukan kepada para wartawan yang memasuki lingkungan Istana Kepresidenan guna meliput kedatangan Presiden Austria Heinz Fischer.
Sebelum menerima Obama pada pukul 17.00 WIB, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlebih dahulu menerima Presiden Austria pada pukul 11.00 WIB.
Setelah pertemuan bilateral dan penandatanganan nota kesepahaman tentang peningkatan kerjasama dialog antar umat beragama, Presiden Yudhoyono dan Presiden Fischer akan menggelar konferensi pers bersama. Obama sendiri dijadwalkan tiba di Istana Merdeka pada pukul 17.00 WIB dan disambut dengan upacara kenegaraan.
( Ant / CN26 )