
Jember, CyberNews. Pemprov Jatim mempersiapkan anggaran Rp 70 miliar menghadapi kemungkinan kejadian bencana alam di provinsi ini. Besaran anggaran ini lebih besar Rp 20 miliar dibanding alokasi anggaran serupa tahun lalu. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), di Jember, Minggu (7/11). "Dana siap pakai tahun lalu Rp 59 miliar dan tahun ini Rp 70 miliar," kata Gus Ipul.
Sejumlah bencana alam yang dikhawatirkan menerjang Jatim di akhir tahun 2010 dan awal tahun 2011 diantara gunung meletus, banjir, tanah longsor, dan lainnya. Sejumlah gunung berapi di Jatim telah ditingkatkan statusnya ke level Waspada, seperti Gunung Semeru, Kelud, Bromo, dan lainnya.
Selain itu, sejumlah daerah di Jatim telah diterjang banjir. Diantaranya banjir akibat luapan Kali Lamong di 3 kecamatan di Kabupaten Gresik, banjir di Pasuruan, dan lainnya. Yang paling mengkhawatirkan adalah banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Ada lima kabupaten di Jatim yang kerapkali diterjang banjir Bengawan Solo, yakni Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik.
Gus Ipul mengemukakan, Pemprov Jatim telah berkoordinasi dan menyiapkan antisipasi sekiranya Gunung Semeru benar-benar meletus. Gubernur Jatim, Soekarwo, menurut Gus Ipul, telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim berkoordinasi dengan Pemkab Lumajang dan masyarakat di sana untuk melakukan perencanaan. "Kalau terjadi apa-apa, mereka paham apa yang mesti dilakukan. Itu harus dipikirkan dan dirancang sejak sekarang," katanya.
( Ainur Rohim / CN14 )