panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 November 2010 | 22:27 wib
Alat Pemantau Polusi Udara Tak Berfungsi

 

Semarang, CyberNews. Keberadaan alat pemantau polusi udara atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Semarang dibiarkan tidak berfungsi.

Alat yang dipasang di tiga titik lokasi, yakni di depan Balai Kota, Kaliwiru dan museum Ronggowarsito Kalibanteng, sekarang ini hanyalah sebuah alat informasi yang tidak bisa dibaca publik. Padahal papan tersebut fungsinya menyajikan informasi mengenai kualitas udara dengan indek berbahaya, sangat tidak sehat, tidak sehat, sedang, baik.

Kesemua indek itu mengacu pada indikator sulfurdioksida (SO2), karbonmonoksida (CO), nitrogendioksida (NO2), floating atau debu (PM10) dan ozon (O3). Unsur kimiawi itu dihasilkan dari hasil pembakaran dari kendaraan maupun industri. Namun sekarang ini diagram polusi udara itu tidak berfungsi.

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang mengakui akan hal tersebut. Diungkapkan Kabid Pengkajian Dampak Lingkungan Nurweni melalui Kasubbid Laboratorium Ir Wahyu Tri Nurindah sudah lama papan informasi itu tidak berfungsi.

’’Wah sudah lama. Saya lupa, yang jelas tidak berfungsinya itu bukan karena rusak melainkan pihak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tidak mengirimkan data sehingga hasilnya tidak bisa ditampilkan,’’ kata dia, Selasa (2/10).

Dijelaskannya, papan yang secara kepemilikan masih milik KLH sistem kerjanya bersifat digitalisasi. Yakni, kondisi udara suatu kawasan dipantau melalui stasiun penentu yang terpasang di tiga lokasi, yakni sebelah timur di kantor Kecamatan Pedurungan, barat di kantor BLH di Jl Tapak, Tugu dan sebelah selatan di kantor Kecamatan Banyumanik.

Tanpa Kejelasan

Ketiga stasiun itu mengirimkan datanya melalui jaringan internet ke kantor KLH di Jakarta. Setelah diolah, datanya didisplai ke papan pemantau polusi.

BLH Semarang, lanjut Indah, sebenarnya sudah pernah mempertanyakan soal tersebut kepada KLH. Namun sampai sekarang ini tidak ada kejelasan. ’’Katanya sistem monitoring KLH sedang ada perbaikan. Namun sampai sekarang ini tidak ada kejelasan maupun pemberitahuan secara pasti,’’ tandasnya.

Baginya, keberadaan papan tersebut sebenarnya sangat efektif untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang kualitas udara. Dengan begitu masyarakat akan mengetahui kualitas udara di sekitar lokasi papan pemantau itu.

Sebenarnya BLH ada rencana untuk memindahkan salah satu papan pemantau itu ke kawasan industri. Mengingat sekarang ini kasus aduan soal pencemaran udara cenderung meningkat. ’’Kalau KLH bisa menampilkan tentu masyarakat bisa tahu kondisi udaranya berbahaya, sangat tidak sehat, tidak sehat, sedang atau baik,’’ kata dia.

( Dicky Priyanto , Leonardo Agung / CN16 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga



    Panel menu
    Berita Terbaru
    05 September 2014 | 23:56 wib
    Dibaca: 25412
    05 September 2014 | 23:45 wib
    Dibaca: 27064
    05 September 2014 | 23:30 wib
    Dibaca: 26759
    image
    05 September 2014 | 23:15 wib
    Dibaca: 30200
    05 September 2014 | 23:00 wib
    Dibaca: 26012
    Panel menu tepopuler dan terkomentar
     Berita Terpopuler
    FOOTER